Bappisus Ingatkan Bahaya Deepfake di Tengah Isu Demo Agustus
Bappisus mengingatkan masyarakat mewaspadai bahaya deepfake di tengah isu demonstrasi Agustus 2026. Kenali pentingnya memeriksa informasi sebelum menyebarkannya.
Faktakalbar.id - Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyebaran informasi palsu berbasis teknologi kecerdasan buatan atau deepfake di tengah munculnya isu mengenai rencana demonstrasi besar pada Agustus 2026.
Peringatan tersebut disampaikan karena perkembangan teknologi kecerdasan buatan membuat konten berupa foto, suara, maupun video palsu semakin mudah dibuat dan disebarkan melalui media sosial.
Deepfake Berpotensi Picu Disinformasi
Deepfake merupakan teknologi yang dapat digunakan untuk memanipulasi konten digital sehingga seseorang seolah-olah mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah terjadi.
Dalam situasi yang diwarnai isu demonstrasi, konten semacam itu berpotensi menimbulkan kebingungan apabila masyarakat langsung mempercayai dan menyebarkannya tanpa melakukan pemeriksaan.
Informasi yang tampak meyakinkan belum tentu merupakan rekaman peristiwa yang sebenarnya. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati ketika menerima video atau rekaman suara yang berkaitan dengan tokoh publik maupun isu sensitif.
Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya
Bappisus mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar di ruang digital.
Masyarakat diharapkan tidak langsung mempercayai sebuah video hanya karena menampilkan wajah atau suara seseorang yang terlihat meyakinkan. Konten tersebut perlu dibandingkan dengan informasi dari sumber resmi maupun media yang kredibel.
Terlebih, informasi yang disertai judul provokatif atau ajakan untuk segera menyebarkannya perlu mendapat perhatian lebih.
Cek Sumber Sebelum Membagikan Informasi
Salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat adalah memeriksa sumber awal sebuah konten.
Jika sebuah video mengklaim adanya pernyataan dari pejabat atau tokoh tertentu, masyarakat dapat mencari apakah pernyataan tersebut juga diberitakan oleh media kredibel atau tersedia dalam kanal resmi yang bersangkutan.
Perhatikan pula tanggal dan konteks video. Rekaman lama dapat kembali beredar dengan keterangan baru sehingga seolah-olah menggambarkan peristiwa yang sedang terjadi.
Jangan Terburu-buru Sebarkan Konten
Di tengah cepatnya penyebaran informasi melalui media sosial, satu konten yang belum terverifikasi dapat dengan mudah diteruskan kepada banyak orang.
Karena itu, masyarakat sebaiknya menahan diri untuk tidak membagikan konten yang belum diketahui kebenarannya, khususnya informasi yang berpotensi memicu kepanikan atau memperkeruh situasi.
Kewaspadaan terhadap deepfake juga menjadi bagian penting dari literasi digital. Masyarakat tidak hanya perlu mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko manipulasi informasi yang muncul seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Dengan melakukan verifikasi sebelum mempercayai dan membagikan informasi, masyarakat dapat membantu mencegah penyebaran disinformasi di ruang digital.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.