faktakalbar

Banyangi Rekam Jejak Banjir 2024, Permukiman Rawan Luapan di Desa Pancaroba Kubu Raya Dipetakan

Faktakalbar.id - Aparat keamanan bersama pemerintah desa memetakan kawasan permukiman rawan luapan air di sepanjang Dusun Pancaroba, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin, 2 November 2026.

Penulis: Natash Tuesday, 03 November 2026 📖 1 menit
Banyangi Rekam Jejak Banjir 2024, Permukiman Rawan Luapan di Desa Pancaroba Kubu Raya Dipetakan
Petugas gabungan dan perangkat desa menyisir permukiman warga Dusun Pancaroba di Kecamatan Sungai Ambawang guna memetakan jalur evakuasi penanganan banjir. (Dok. Polres Kubu Raya)

Faktakalbar.id - Aparat keamanan bersama pemerintah desa memetakan kawasan permukiman rawan luapan air di sepanjang Dusun Pancaroba, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin, 2 November 2026.

Pemetaan kawasan permukiman dataran rendah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko dampak banjir terhadap warga lokal jelang musim penghujan akhir tahun.

Langkah ini diambil mengingat riwayat banjir besar pada 2024 lalu sempat mengisolasi wilayah permukiman dan merendam rumah-rumah warga sekitar.

Rensa Aktadivia beserta jajaran pengamanan mendatangi langsung pemukiman warga di dekat lokasi luapan air bersama Kepala Desa Pancaroba dan Kepala Dusun Teluk Lais.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Ade, menjelaskan bahwa koordinasi dengan perangkat dusun ditujukan untuk melatih kesiapsiagaan warga menghadapi banjir rob.

“Kilometer 37 ini menjadi perhatian karena pada 2024 lalu pernah mengalami banjir yang mengakibatkan terganggunya jalur transportasi darat dari antar negara, Kabupaten menuju Kota Pontianak. Pengecekan ini dilakukan untuk memetakan daerah-daerah rawan sekaligus menentukan langkah yang akan dilakukan. Ini adalah bukti “Polisi bersama masyarakat” dalam mengantisipasi kemungkinan banjir, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru yang tidak lama lagi kita hadapi,” ujar Ade.

Pendataan warga rentan serta penyiapan sarana evakuasi darurat menjadi prioritas utama penanganan bencana di sepanjang bantaran jalan darat tersebut.

Petugas Bhabinkamtibmas dan perangkat desa diinstruksikan untuk terus memberikan sosialisasi mengenai pergerakan kenaikan debit air kepada masyarakat secara berkala.

Masyarakat yang bermukim di daerah dataran rendah diminta selalu memperhatikan perubahan cuaca ekstrem dan tanda-tanda fisik luapan sungai.

Polisi mengingatkan warga agar tidak menunda evakuasi mandiri apabila permukaan air mulai memasuki area kawasan pemukiman.

“Jika mengalami situasi darurat atau melihat potensi bencana, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center Polri 110 agar laporan dapat segera ditindaklanjuti petugas,” pinta Ade.

Kesiapsiagaan penuh dari seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat meminimalkan kerugian material maupun korban jiwa saat luapan air terjadi.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK