faktakalbar

Antisipasi Kelumpuhan Jalan Trans Kalimantan, Titik Rawan Banjir Sungai Ambawang Dipantau Ketat

Faktakalbar.id - Kepolisian Resor Kubu Raya memantau dua titik rawan banjir di Kilometer 37 dan 39 Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin, 2 November 2026.

Penulis: Natash Tuesday, 03 November 2026 📖 1 menit
Antisipasi Kelumpuhan Jalan Trans Kalimantan, Titik Rawan Banjir Sungai Ambawang Dipantau Ketat
Kapolres Kubu Raya Rensa Aktadivia bersama jajaran memantau titik rawan banjir di Kilometer 37 Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. (Dok. Polres Kubu Raya)

Faktakalbar.id - Kepolisian Resor Kubu Raya memantau dua titik rawan banjir di Kilometer 37 dan 39 Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin, 2 November 2026.

Langkah pemantauan lapangan ini dilakukan guna mengantisipasi ancaman luapan air yang berpotensi melumpuhkan arus kendaraan menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

Ruas Jalan Trans Kalimantan merupakan urat nadi transportasi darat vital yang menghubungkan Kota Pontianak dengan berbagai kabupaten di Kalimantan Barat hingga akses antarnegara.

Titik Kilometer 37 di Dusun Pancaroba menjadi fokus utama pemeriksaan karena pernah mengalami banjir parah yang memutus akses transportasi pada 2024 lalu.

Kapolres Kubu Raya, Rensa Aktadivia, memimpin langsung pengecekan lokasi bersama perangkat desa serta dinas terkait.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Ade, mengonfirmasi bahwa peninjauan ini dilakukan untuk memetakan jalur rawan sekaligus menyusun skema penanganan lalu lintas.

“Kilometer 37 ini menjadi perhatian karena pada 2024 lalu pernah mengalami banjir yang mengakibatkan terganggunya jalur transportasi darat dari antar negara, Kabupaten menuju Kota Pontianak. Pengecekan ini dilakukan untuk memetakan daerah-daerah rawan sekaligus menentukan langkah yang akan dilakukan. Ini adalah bukti “Polisi bersama masyarakat” dalam mengantisipasi kemungkinan banjir, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru yang tidak lama lagi kita hadapi,” ujar Ade.

Potensi genangan air di ruas jalan nasional tersebut dinilai berbahaya karena bertepatan dengan lonjakan mobilitas warga dan arus barang pada libur akhir tahun.

Petugas di lapangan telah menyiapkan skema penanganan darurat yang meliputi pengaturan lalu lintas, evakuasi, hingga pengamanan kawasan terdampak banjir.

Warga dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman pasang air laut maksimum serta cuaca ekstrem yang memicu kenaikan air.

Masyarakat juga diminta memanfaatkan saluran siaga Call Center 110 untuk melaporkan gangguan akses jalan secara cepat.

“Jika mengalami situasi darurat atau melihat potensi bencana, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center Polri 110 agar laporan dapat segera ditindaklanjuti petugas,” pinta Ade.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK