faktakalbar

Banjir Rob Berpotensi Terjadi hingga 4 September, Warga Pesisir Diminta Waspada

BMKG memperingatkan potensi banjir rob di 17 wilayah pesisir Indonesia pada 21 Agustus hingga 4 September 2026. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan.

Penulis: Clara Friday, 21 August 2026 📖 1 menit
Banjir Rob Berpotensi Terjadi hingga 4 September, Warga Pesisir Diminta Waspada
BMKG memperingatkan potensi banjir rob di 17 wilayah pesisir Indonesia pada 21 Agustus hingga 4 September 2026. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan. (dok.ist)

Faktakalbar.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena tersebut diperkirakan berlangsung pada 21 Agustus hingga 4 September 2026.

Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan naiknya muka air laut selama periode tersebut.

Dipengaruhi Fase Bulan Purnama

Potensi banjir rob kali ini berkaitan dengan pengaruh fase Bulan Purnama yang dapat meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan air laut naik ke wilayah daratan yang berada di kawasan pesisir, terutama ketika bertepatan dengan kondisi pasang maksimum.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan informasi terbaru mengenai kondisi pasang surut dan cuaca maritim di wilayah masing-masing.

17 Wilayah Pesisir Berpotensi Terdampak

Berdasarkan peringatan BMKG, potensi banjir rob dapat terjadi di 17 wilayah pesisir Indonesia selama periode 21 Agustus hingga 4 September 2026.

Dampak rob dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir maupun mereka yang melakukan aktivitas di sekitar pelabuhan, tambak, perikanan, dan wilayah pantai.

Aktivitas Masyarakat Bisa Terganggu

Banjir rob tidak hanya menyebabkan genangan di permukiman pesisir. Fenomena ini juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan di pelabuhan, transportasi, perikanan, dan kegiatan ekonomi lainnya.

Karena itu, warga yang berada di wilayah rawan diimbau memantau informasi resmi BMKG dan memperhatikan waktu pasang maksimum di daerah masing-masing.

Warga Diminta Tetap Waspada

BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk melakukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan genangan akibat naiknya permukaan air laut.

Masyarakat juga disarankan mengamankan barang-barang penting, menghindari aktivitas di lokasi yang berpotensi tergenang, serta mengikuti informasi cuaca dan kondisi laut terbaru dari BMKG.

Kewaspadaan terutama diperlukan selama periode 21 Agustus sampai 4 September 2026, ketika potensi banjir pesisir diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK