faktakalbar

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026

Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tidak naik hingga akhir 2026 meski harga minyak dunia menembus US$106 per barel.

Penulis: Clara Tuesday, 15 September 2026 📖 2 menit
Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi tetap hingga akhir 2026. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Bahlil di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus sekitar US$106 per barel. Pemerintah menyatakan tetap mempertahankan harga BBM subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Harga BBM Subsidi Dijaga hingga 31 Desember

Bahlil mengatakan pemerintah telah berkomitmen mempertahankan harga BBM subsidi hingga 31 Desember 2026. Kebijakan tersebut tetap berlaku meskipun harga minyak dunia mengalami tekanan.

Menurut Bahlil, pemerintah perlu memastikan gejolak harga energi global tidak langsung membebani masyarakat melalui kenaikan harga BBM subsidi.

Harga Minyak Dunia di Atas Asumsi APBN

Kondisi harga minyak dunia saat ini berada jauh di atas asumsi yang digunakan dalam APBN 2026.

Harga minyak mentah dunia disebut telah mencapai sekitar US$106 per barel. Sementara itu, rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau ICP berada di kisaran US$85–90 per barel.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan asumsi ICP dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar US$70 per barel. Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah.

Pertalite dan Biosolar Tetap

Dengan kebijakan tersebut, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap mengikuti harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Pada September 2026, Pertalite masih berada di harga Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter. Pertamina Patra Niaga juga sebelumnya memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir 2026.

Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Bahlil menegaskan kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kepastian harga energi dan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu mencari strategi untuk menghadapi tingginya harga minyak dunia serta menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional. Bahlil menyebut stok BBM nasional masih berada di atas standar minimum 20 hari.

Harga BBM Nonsubsidi Berbeda

Kepastian tidak adanya kenaikan ini berlaku untuk BBM subsidi. Sementara itu, BBM nonsubsidi memiliki mekanisme harga yang berbeda dan dapat mengalami penyesuaian mengikuti sejumlah faktor, termasuk harga minyak dunia dan nilai tukar.

Dengan demikian, masyarakat pengguna Pertalite dan Biosolar tidak perlu khawatir terhadap kenaikan harga hingga akhir 2026 berdasarkan kebijakan pemerintah saat ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK