faktakalbar

Bahasa Inggris Wajib Mulai Kelas 3 SD, Pemerintah Siapkan Pelatihan Guru

Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Kemendikdasmen siapkan pelatihan bagi guru di 58.482 sekolah.

Penulis: Clara Sunday, 08 November 2026 📖 2 menit
Bahasa Inggris Wajib Mulai Kelas 3 SD, Pemerintah Siapkan Pelatihan Guru
Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Kemendikdasmen siapkan pelatihan bagi guru di 58.482 sekolah. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Pemerintah mulai mempersiapkan penerapan mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai pelajaran wajib bagi siswa sekolah dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027/2028. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kompetensi guru melalui program pelatihan yang melibatkan 101 perguruan tinggi negeri dan swasta.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) dapat menjangkau guru dari 58.482 sekolah di seluruh Indonesia.

Kebijakan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib tersebut akan diterapkan secara bertahap mulai kelas 3 SD. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa pemerintah tidak berencana menambah jumlah guru baru untuk menjalankan kebijakan tersebut. Sebaliknya, kemampuan guru yang sudah tersedia, terutama guru kelas, akan ditingkatkan melalui pelatihan.

Menurutnya, kesiapan tenaga pendidik menjadi salah satu faktor penting agar pembelajaran Bahasa Inggris dapat berlangsung secara efektif dan menyenangkan bagi siswa.

101 Perguruan Tinggi Dilibatkan dalam Pelatihan Guru

Untuk mempercepat peningkatan kompetensi tenaga pendidik, Kemendikdasmen menggandeng 101 perguruan tinggi yang memiliki program studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Program pelatihan tersebut ditargetkan menjangkau 58.482 sekolah yang tersebar di 19 provinsi, 227 kabupaten/kota, dan 2.717 kecamatan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menyiapkan 3.002 kelas pelatihan. Setiap sekolah sasaran akan mengirimkan satu guru yang nantinya dipersiapkan untuk mengajar Bahasa Inggris di kelas 3.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa pelatihan akan berlangsung selama 10 hari efektif dengan total 80 jam pelajaran (JP).

Rinciannya terdiri dari 40 JP pelatihan tatap muka dan 40 JP pembelajaran mandiri secara daring melalui platform Ruang GTK.

Materi pelatihan mencakup penguatan kemampuan Bahasa Inggris, penyusunan perangkat pembelajaran, praktik dan simulasi mengajar, serta pengembangan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.

Guru Tidak Perlu Meninggalkan Sekolah untuk Mengikuti Pelatihan

Kemendikdasmen juga menyiapkan mekanisme pelatihan yang tidak mengharuskan guru meninggalkan sekolah dalam waktu lama.

Melalui prinsip Perguruan Tinggi Mendatangi Lokus, tenaga pengajar dari perguruan tinggi akan datang langsung ke wilayah sasaran untuk memberikan pelatihan kepada para guru.

Dengan mekanisme tersebut, guru tetap dapat menjalankan kegiatan mengajar terlebih dahulu sebelum mengikuti sesi pelatihan.

Pendekatan ini diharapkan mempermudah akses pelatihan, terutama bagi guru yang bertugas di daerah dengan kondisi geografis yang menantang.

Selain itu, pelibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperluas jangkauan peningkatan kompetensi guru dengan memanfaatkan sumber daya akademik yang tersedia.

Pembelajaran Bahasa Inggris Dimulai dari Dasar

Dalam penerapannya, pembelajaran Bahasa Inggris untuk siswa kelas 3 SD tidak ditujukan agar anak langsung mahir menggunakan bahasa asing tersebut.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menjelaskan bahwa pembelajaran pada tahap awal akan lebih menekankan keterampilan menyimak dan berbicara.

Metode pembelajaran juga diarahkan melalui lagu, permainan, dan kegiatan komunikatif yang sesuai dengan usia anak.

Pendekatan tersebut bertujuan membangun keberanian serta kepercayaan diri siswa dalam menggunakan Bahasa Inggris sejak dini.

Pemerintah berharap pengenalan Bahasa Inggris di sekolah dasar dapat membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasi, memperluas wawasan, dan membuka akses terhadap ilmu pengetahuan.

Dengan persiapan kompetensi guru dan dukungan berbagai perguruan tinggi, Kemendikdasmen berharap penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028 dapat berjalan secara bertahap dan merata di sekolah dasar seluruh Indonesia.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK