faktakalbar

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang Sejumlah Bandara di Kalimantan

Kabut asap akibat karhutla mengganggu jarak pandang sejumlah bandara di Kalimantan. Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan hingga pembatalan.

Penulis: Clara Friday, 21 August 2026 📖 2 menit
Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang Sejumlah Bandara di Kalimantan
Kabut asap akibat karhutla mengganggu jarak pandang sejumlah bandara di Kalimantan. Sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan hingga pembatalan.(dok.ist)

Faktakalbar.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan memicu kabut asap tebal dan mulai mengganggu aktivitas penerbangan. Penurunan jarak pandang membuat sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan hingga pembatalan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kondisi asap di sejumlah wilayah Kalimantan telah cukup mengganggu jarak pandang yang dibutuhkan untuk operasional penerbangan. Akibatnya, terdapat penerbangan yang terpaksa dibatalkan demi menjaga keselamatan penumpang.

Jarak Pandang Bandara Menurun

Salah satu wilayah yang terdampak adalah Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut sempat turun hingga sekitar 600 meter, jauh di bawah kondisi normal yang dapat mencapai 4–5 kilometer.

Kondisi tersebut membuat salah satu penerbangan Super Air Jet sempat melakukan go-around pada 19 dan 20 Agustus. Sejumlah penerbangan lainnya juga mengalami keterlambatan akibat kabut asap.

Pihak Bandara Tjilik Riwut meningkatkan pemantauan kondisi cuaca dan jarak pandang dengan melibatkan ATC, BMKG, maskapai, serta pihak terkait lainnya.

Penerbangan di Kalimantan Selatan Ikut Terdampak

Gangguan akibat asap juga terjadi di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Sedikitnya 12 penerbangan terdampak akibat asap tebal yang mengganggu operasional penerbangan di kawasan tersebut.

Sementara itu, penerbangan dari dan menuju Muara Teweh juga sempat dibatalkan selama dua hari berturut-turut. Jarak pandang di Bandara Haji Muhammad Sidik dilaporkan hanya sekitar 1.000 meter, sedangkan kebutuhan minimum untuk penerbangan visual berada di kisaran 5.000 meter.

Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla

Pemerintah memperkuat operasi terpadu untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Operasi tersebut melibatkan Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, serta masyarakat. Peningkatan hotspot dan laporan mengenai kabut asap menjadi perhatian pemerintah.

Selain berdampak terhadap penerbangan, kabut asap juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan kualitas udara. Karena itu, keselamatan serta kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas dalam penanganan karhutla.

Keselamatan Penerbangan Jadi Prioritas

Kondisi jarak pandang yang rendah membuat maskapai dan pengelola bandara harus melakukan penyesuaian terhadap operasional penerbangan.

Pemerintah mengingatkan agar keputusan penerbangan tetap mengutamakan keselamatan. Maskapai juga diminta terus memperhatikan perkembangan cuaca dan informasi jarak pandang dari BMKG sebelum melakukan penerbangan.

Dengan penanganan karhutla yang terus diperkuat, pemerintah berharap kondisi asap dapat segera berkurang sehingga aktivitas masyarakat dan penerbangan kembali berjalan normal.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK