Anaknya Tercatat di Desil 7, Purbaya Akan Uji Kembali Data BPS
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan menguji kembali data BPS setelah anaknya tercatat di desil 7. Pemerintah siapkan uji ratusan sampel DTSEN.
Faktakalbar.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menguji kembali akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah tersebut dilakukan setelah muncul laporan mengenai ketidaksesuaian penetapan desil dalam data sosial ekonomi masyarakat.
Salah satu hal yang disoroti Purbaya adalah informasi bahwa anaknya, Yudo Achilles Sadewa, tercatat berada di desil 7. Di sisi lain, Purbaya mendapat informasi mengenai seorang tukang becak yang tercatat dalam desil 10.
Purbaya mengatakan dirinya akan mengecek kembali akurasi data tersebut setelah proses pemutakhiran DTSEN selesai. Ia juga berencana menguji sejumlah sampel untuk melihat apakah data yang tercatat sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Purbaya Siapkan Uji Ratusan Sampel
Purbaya menyatakan pemerintah tidak akan mengabaikan keluhan masyarakat terkait ketidaksesuaian data desil.
Menurutnya, setelah proses pemutakhiran selesai, pemerintah akan mengambil beberapa ratus sampel data untuk dibandingkan dengan kondisi masyarakat di lapangan.
Jika ditemukan banyak ketidaksesuaian, Purbaya mengatakan pemerintah akan meminta BPS melakukan evaluasi dan memperbaiki metode pendataan.
Langkah tersebut dinilai penting karena data DTSEN digunakan sebagai salah satu basis dalam perencanaan dan penetapan sasaran berbagai program pemerintah.
Anak Purbaya Tercatat di Desil 7
Purbaya menyoroti data tersebut setelah mengetahui anaknya tercatat dalam desil 7. Ia mempertanyakan hasil pemeringkatan tersebut dan mengatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.
Namun, perlu dipahami bahwa desil bukan ukuran langsung tingkat kekayaan seseorang. BPS menjelaskan bahwa desil merupakan posisi relatif keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan berdasarkan berbagai karakteristik sosial dan ekonomi.
Penentuan desil tidak hanya menggunakan satu indikator seperti penghasilan. BPS mempertimbangkan sejumlah karakteristik secara bersama-sama, antara lain kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, serta kondisi sosial lainnya.
BPS Masih Melakukan Pemutakhiran DTSEN
BPS menyebut DTSEN terus diperbarui agar semakin menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat terkini.
Data tersebut dibangun dari berbagai sumber dan diperbarui melalui data administrasi, sensus dan survei, pemutakhiran kementerian/lembaga serta pemerintah daerah, pengecekan lapangan, hingga informasi yang disampaikan masyarakat.
Purbaya sebelumnya juga menyatakan pemerintah dapat mempertimbangkan penggunaan data lama apabila data baru belum cukup rapi. Menurutnya, perbaikan data perlu dilakukan secara bertahap agar kebijakan pemerintah tidak menggunakan data yang belum akurat.
Data Desil Penting untuk Ketepatan Program Pemerintah
Akurasi DTSEN menjadi perhatian karena data tersebut digunakan sebagai rujukan dalam berbagai kebijakan pemerintah, termasuk program perlindungan sosial.
BPS menjelaskan bahwa DTSEN menjadi rujukan bersama pemerintah untuk mendukung perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program. Karena itu, pemutakhiran data secara berkala diperlukan agar informasi yang digunakan tetap sesuai dengan kondisi masyarakat.
Purbaya akan menunggu proses pemutakhiran DTSEN selesai sebelum melakukan pengujian terhadap sejumlah sampel. Hasil pengujian nantinya akan menjadi salah satu bahan untuk menilai apakah masih terdapat ketidaksesuaian dalam data desil.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.