Airlangga: Indonesia Masih Lobi AS agar Produk Sawit Bebas dari Tarif Tambahan
Pemerintah Indonesia masih melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat agar produk minyak sawit tidak dikenai tarif tambahan. Menko Airlangga Hartarto menyebut pembahasan masih berlangsung.
Faktakalbar.id — Pemerintah Indonesia masih terus melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) agar produk minyak sawit Indonesia tidak dikenai tarif tambahan dalam kebijakan perdagangan terbaru Negeri Paman Sam.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan proses pembahasan masih berlangsung dan pemerintah berupaya agar komoditas strategis Indonesia, termasuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) beserta produk turunannya, memperoleh perlakuan yang lebih kompetitif di pasar Amerika Serikat.
Pemerintah Terus Bernegosiasi
Airlangga menjelaskan Indonesia telah menyampaikan berbagai masukan kepada pemerintah Amerika Serikat terkait pentingnya perdagangan yang adil bagi kedua negara.
Menurutnya, sawit merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap devisa negara serta menyerap jutaan tenaga kerja di sektor perkebunan dan industri pengolahan.
Sawit Jadi Komoditas Strategis
Indonesia merupakan produsen sekaligus eksportir minyak sawit terbesar di dunia. Produk sawit Indonesia banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan, kosmetik, hingga energi terbarukan di berbagai negara.
Karena itu, kebijakan tarif tambahan dari negara tujuan ekspor dinilai dapat memengaruhi daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Upaya Jaga Daya Saing Ekspor
Pemerintah berharap hasil negosiasi dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha nasional sekaligus menjaga keberlanjutan ekspor sawit ke Amerika Serikat.
Selain melalui jalur diplomasi perdagangan, Indonesia juga terus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral agar hubungan dagang kedua negara tetap berjalan positif di tengah dinamika kebijakan global.
Fokus pada Kepentingan Nasional
Airlangga menegaskan pemerintah akan terus mengedepankan kepentingan nasional dalam setiap proses negosiasi perdagangan internasional.
Ia optimistis komunikasi yang terus dilakukan dengan pemerintah Amerika Serikat dapat menghasilkan solusi yang saling menguntungkan, termasuk bagi sektor sawit yang menjadi salah satu penopang perekonomian Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.