539 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Ancaman Karhutla Masih Perlu Diwaspadai
Faktakalbar.id - Sebanyak 539 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Barat hingga Senin, 19 Oktober 2026, pukul 15.00 WIB, di tengah kondisi cuaca yang masih mendukung potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Faktakalbar.id - Sebanyak 539 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Barat hingga Senin, 19 Oktober 2026, pukul 15.00 WIB, di tengah kondisi cuaca yang masih mendukung potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Noven pada Senin, 19 Oktober 2026.
“Untuk jumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Barat, update hingga sore hari ini pukul 15.00 WIB terdeteksi sebanyak 539 titik panas,” kata Noven.
BMKG juga mencatat tingkat kemudahan terjadinya karhutla di Kalimantan Barat dalam sepekan ke depan masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap kebakaran lahan perlu ditingkatkan, terutama di tengah masih terdeteksinya kabut asap di sejumlah wilayah.
Pada Senin, cuaca Kalimantan Barat secara umum terpantau berawan dengan kekaburan udara akibat kabut asap.
“Untuk cuaca di wilayah Kalimantan Barat hari ini terpantau secara umum berawan, disertai dengan kekaburan udara akibat kabut asap,” ujar Noven.
Hujan juga terpantau di sejumlah daerah, meliputi sebagian Kabupaten Sambas, Bengkayang, Mempawah, Landak, Kubu Raya, Sanggau, Ketapang, Kayong Utara, Kapuas Hulu, serta sebagian Kota Singkawang.
Meski hujan terjadi di beberapa wilayah, informasi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa risiko karhutla telah berkurang di seluruh Kalimantan Barat.
Tingkat kemudahan terjadinya kebakaran masih menjadi perhatian karena kondisi di setiap wilayah dapat berbeda.
Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi lingkungan sedang rentan terhadap kebakaran.
Warga juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Selain itu, masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG untuk mengetahui perubahan kondisi di wilayah masing-masing.
Informasi tersebut dapat diakses melalui laman resmi BMKG Kalimantan Barat dan akun Instagram BMKG Kalbar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.