52 Armada Udara Dikerahkan untuk Percepat Penanganan Karhutla di Enam Provinsi
Pemerintah mengerahkan 52 pesawat untuk menangani karhutla di enam provinsi, dengan 30 armada beroperasi di Kalimantan dan 22 di Sumatra.
Faktakalbar.id – Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan 52 pesawat di enam provinsi yang menjadi wilayah prioritas.
Pengerahan armada udara tersebut dilakukan untuk mempercepat pemadaman titik api sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat dan lingkungan.
Enam Provinsi Jadi Prioritas
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, 52 pesawat tersebut dikerahkan ke Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Dari total armada tersebut, sebanyak 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan, sementara 22 lainnya ditempatkan di wilayah Sumatra.
Lima Pesawat TNI AU Diberangkatkan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan lima pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Jumat (21/8/2026).
Armada tersebut digunakan untuk memperkuat operasi yang sebelumnya telah berjalan di wilayah Kalimantan. TNI AU juga menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, agar dapat digerakkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Digunakan untuk Water Bombing dan Modifikasi Cuaca
Armada udara yang dikerahkan tidak hanya digunakan untuk melakukan patroli. Pesawat dan helikopter juga mendukung operasi water bombing untuk memadamkan titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain itu, armada udara dimanfaatkan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai bagian dari upaya pemerintah menangani karhutla.
Operasi udara tersebut dilakukan secara intensif untuk mencegah api meluas ke wilayah lain.
Tekan Dampak Kabut Asap
Pengerahan puluhan pesawat menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat respons terhadap karhutla sekaligus menekan dampak lanjutan berupa kabut asap.
Pemerintah juga menempatkan keselamatan masyarakat dan perlindungan lingkungan sebagai salah satu prioritas dalam penanganan kebakaran.
Dengan dukungan BNPB, TNI AU, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait, operasi penanganan karhutla terus diperkuat terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.