51 Persen KUR 2026 Disalurkan ke Wirausaha Perempuan, Ini Kata Menteri UMKM
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut 51 persen penyaluran KUR 2026 telah diberikan kepada wirausaha perempuan hingga 24 Agustus.
Faktakalbar.id - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan sebanyak 51 persen penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 24 Agustus 2026 diberikan kepada wirausaha perempuan.
Maman menyampaikan hal tersebut dalam Pertemuan Tingkat Menteri UMKM APEC atau 32nd APEC SME Ministerial Meeting di Guangzhou, China. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan upaya pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan yang lebih inklusif bagi pelaku UMKM.
Penyaluran KUR Capai Rp201 Triliun
Maman menjelaskan, hingga 24 Agustus 2026, total penyaluran KUR telah mencapai Rp201 triliun kepada sekitar 3,1 juta debitur.
Dari total penyaluran tersebut, 51 persen di antaranya ditujukan kepada wirausaha perempuan.
“Keberhasilan kebijakan pembiayaan tidak hanya diukur dari seberapa besar pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari seberapa efektif pembiayaan tersebut mampu membuat UMKM tumbuh, semakin tangguh, dan naik ke tingkat pengembangan yang lebih tinggi,” ujar Maman dalam keterangan yang dikutip ANTARA.
Menurut Maman, pemerintah terus mendorong pembiayaan agar tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu membantu UMKM berkembang dan naik kelas.
Pembiayaan untuk Perempuan Terus Diperkuat
Pemerintah juga melakukan transformasi terhadap skema Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) untuk membuat pembiayaan bagi perempuan semakin terjangkau.
Tingkat pembiayaan Mekaar ditargetkan turun dari sekitar 20–25 persen menjadi 8 persen mulai tahun ini.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih inklusif, khususnya bagi pelaku usaha perempuan.
Porsi KUR ke Sektor Produktif Meningkat
Maman juga menyebut penyaluran KUR pada 2025 mencapai Rp286 triliun kepada 4,5 juta UMKM.
Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun, porsi penyaluran KUR ke sektor produktif mencapai 60,5 persen. Penyaluran tersebut antara lain menyasar sektor pertanian, perikanan, dan manufaktur.
Pemerintah, kata Maman, akan terus mengarahkan pembiayaan kepada kegiatan produktif yang mampu menciptakan nilai ekonomi lebih besar sekaligus membuka lapangan kerja berkualitas.
Selain pembiayaan, pemerintah juga memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui program PRO-KESRA Produktif yang diarahkan untuk mendukung target 10 juta orang berusaha dan bekerja melalui layanan terintegrasi lintas kementerian dan lembaga.
Pengembangan kewirausahaan tersebut turut didukung Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional, yang menetapkan target rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 8 persen pada 2045.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.