21 Hotspot Tersisa di Kalbar, Asap Masih Ganggu Jarak Pandang Warga
Faktakalbar.id - Jumlah titik panas atau hotspot karhutla di Kalimantan Barat turun menjadi 21 titik hingga Rabu (16/9) malam, namun kondisi asap masih memengaruhi jarak pandang di Pontianak.
Faktakalbar.id - Jumlah titik panas atau hotspot karhutla di Kalimantan Barat turun menjadi 21 titik hingga Rabu (16/9) malam, namun kondisi asap masih memengaruhi jarak pandang di Pontianak.
Data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat turun dari 43 titik pada hari sebelumnya.
Data tersebut berasal dari pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 hingga Rabu (16/9) pukul 21.00 WIB.
Penurunan jumlah hotspot belum sepenuhnya menghilangkan dampak asap di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian dalam aktivitas penerbangan karena jarak pandang dapat berubah dalam waktu singkat.
Berdasarkan pengamatan meteorologi penerbangan BMKG pada 16 September, jarak pandang di Pontianak berada di sekitar lima kilometer dengan kondisi berasap.
Untuk Kamis (17/9) pagi, BMKG memprakirakan kawasan Pelabuhan Dwikora Pontianak mengalami udara kabur dengan jarak pandang sekitar satu kilometer.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penurunan hotspot belum secara langsung membuat kualitas visibilitas kembali normal.
Situasi serupa juga menjadi pertimbangan dalam pengoperasian helikopter untuk mendukung pemadaman karhutla.
BNPB pada 16 September menyampaikan pengoperasian tiga helikopter CH-47 Chinook dari Jepang masih mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan.
Rendahnya jarak pandang akibat kabut asap di Kalimantan Barat menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam operasi udara.
Operasi pemadaman melalui udara tidak dipaksakan ketika kondisi visibilitas belum memenuhi aspek keselamatan penerbangan.
Selain jarak pandang, pemantauan kualitas udara juga menunjukkan kondisi yang berbeda di sejumlah wilayah Indonesia.
Pantauan PM2,5 mencatat beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan masih berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Sejumlah area terbatas bahkan tercatat berada dalam kategori berbahaya.
Di Kalimantan Barat, kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap dampak asap masih diperlukan meski jumlah hotspot mengalami penurunan.
Penanganan karhutla tetap dilakukan melalui patroli, pengecekan lapangan, pemadaman, penyekatan penjalaran api, pembasahan, serta pendinginan area terbakar.
Sebanyak 53 unit armada udara dikerahkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla di enam provinsi prioritas.
Upaya tersebut melibatkan sejumlah unsur, termasuk Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.