faktakalbar

2.479 Hotspot Terdeteksi di Kalteng, Ribuan Personel Dikerahkan Tangani Karhutla

Sebanyak 2.479 hotspot terdeteksi di Kalimantan Tengah hingga 23 Agustus 2026. BNPB mengerahkan 10.700 personel dan 10 pesawat untuk menangani karhutla.

Penulis: Clara Monday, 24 August 2026 📖 2 menit
2.479 Hotspot Terdeteksi di Kalteng, Ribuan Personel Dikerahkan Tangani Karhutla
Petugas melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. BNPB mencatat 2.479 hotspot dan mengerahkan 10.700 personel untuk menangani karhutla. (dok.ist)

Faktakalbar.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menjadi perhatian serius pemerintah. Berdasarkan pemantauan satelit hingga Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, sebanyak 2.479 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi terdeteksi di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, mengatakan luas lahan yang terbakar di Kalteng telah mencapai 7.634 hektare.

10.700 Personel Dikerahkan

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, pemerintah mengerahkan 10.700 personel yang berasal dari berbagai unsur.

Personel tersebut terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, pihak swasta, dan unsur terkait lainnya. Mereka bertugas melakukan pemadaman, pendinginan, serta mencegah api meluas ke wilayah lain.

Selain personel, BNPB juga mendukung operasi dengan berbagai peralatan, termasuk pompa, motor trail karhutla, alat pelindung diri, dan tangki penyimpanan air.

10 Pesawat Dukung Operasi Udara

Penanganan karhutla juga dilakukan melalui jalur udara. Sebanyak 10 pesawat disiapkan untuk mendukung operasi di Kalteng.

Armada tersebut terdiri atas pesawat untuk patroli udara dan operasi water bombing. Terdapat tujuh unit yang digunakan untuk water bombing, sementara tiga lainnya mendukung patroli dan operasi terkait modifikasi cuaca.

Upaya dari udara dilakukan untuk membantu memadamkan titik api yang sulit dijangkau oleh tim darat.

Sumber Air Mulai Mengering

Salah satu kendala utama yang dihadapi petugas adalah lokasi sejumlah titik api yang jauh dari sumber air.

BNPB menyebut beberapa sumber air yang selama ini digunakan untuk pemadaman mulai mengering. Kondisi tersebut membuat operasi pemadaman menjadi semakin menantang.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim darat membuat sodetan kanal dari Sungai Kahayan sepanjang 1,8 kilometer, dengan lebar sekitar 4 meter dan kedalaman 2 meter. Saluran tersebut digunakan untuk mengalirkan air agar dapat dimanfaatkan sebagai sumber pemadaman.

Jarak Pandang Bandara Masih Aman

Di tengah kondisi karhutla, jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, masih tercatat di atas 9 kilometer.

Kondisi tersebut membuat operasional penerbangan di bandara masih memungkinkan, meskipun pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan asap dan kualitas udara.

Pemerintah Terus Perkuat Penanganan

Pemerintah terus mengoptimalkan operasi darat dan udara untuk mengendalikan karhutla di Kalteng.

Selain pemadaman, upaya pencegahan perluasan api dilakukan melalui penyekatan serta pemantauan titik panas secara berkala. Operasi modifikasi cuaca juga telah beberapa kali dilakukan sebagai bagian dari strategi penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Dengan ribuan personel dan dukungan armada udara yang dikerahkan, pemerintah berharap kebakaran dapat segera dikendalikan dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat diminimalkan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK