faktakalbar

10 Provinsi di Indonesia Dikepung Karhutla pada Pekan Pertama Agustus

BNPB melaporkan karhutla melanda belasan kabupaten dan kota di 10 provinsi Indonesia sepanjang pekan pertama Agustus 2026.

Penulis: Clara Tuesday, 11 August 2026 📖 2 menit
10 Provinsi di Indonesia Dikepung Karhutla pada Pekan Pertama Agustus
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada pekan pertama Agustus 2026. BNPB mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda belasan kabupaten/kota yang tersebar di sedikitnya 10 provinsi di Indonesia sepanjang pekan pertama Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau dan meningkatnya risiko kebakaran di sejumlah wilayah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebaran karhutla tersebut mulai dari wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Informasi itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah

Kebakaran tercatat terjadi di sejumlah daerah dengan tingkat dampak yang berbeda-beda. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur.

Kebakaran di kawasan Bromo menjadi salah satu karhutla dengan luasan paling besar di Pulau Jawa. Kondisi tersebut sebelumnya membuat seluruh akses wisata menuju kawasan Gunung Bromo ditutup sementara untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung.

Selain di Jawa Timur, kebakaran juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

BNPB mencatat titik-titik karhutla tersebar hingga wilayah Sumatera, Sulawesi, Maluku, dan Papua sehingga penanganannya membutuhkan koordinasi antardaerah.

Faktor Aktivitas Manusia Jadi Perhatian

BNPB mengingatkan bahwa aktivitas manusia masih menjadi salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya karhutla.

Kebiasaan membakar sampah, membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, serta penggunaan api secara tidak terkendali dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api.

Pemadaman Dilakukan Secara Gabungan

Penanganan karhutla dilakukan dengan melibatkan personel gabungan di sejumlah wilayah terdampak.

Petugas melakukan pemadaman dari darat dan, pada lokasi tertentu, mendapat dukungan melalui operasi udara. Strategi penanganan disesuaikan dengan kondisi medan dan luas area yang terbakar.

Pencegahan agar api tidak meluas juga menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama di kawasan hutan dan lahan yang memiliki tingkat kekeringan tinggi.

Masyarakat Diminta Waspada

BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di sekitar tempat tinggal maupun kawasan hutan.

Selain ancaman kebakaran, kondisi musim kemarau juga dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah daerah. Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan menyiapkan kebutuhan air bersih apabila wilayahnya berpotensi mengalami kekurangan air.

Dengan risiko karhutla yang masih tinggi, pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat upaya pencegahan. Pengendalian aktivitas yang menggunakan api menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK