“Kebetulan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, yaitu bulan depan kami mulai ngebor,” ujar Djoko Siswanto.
Ia juga memaparkan bahwa di luar dari 13 ladang baru yang akan digarap tersebut, saat ini pihak PHSS telah secara aktif mengelola sebanyak 79 sumur produksi yang berlokasi persis di area Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi Samboja.
Atas kelancaran operasi di area tersebut, ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan penuh Kementerian Transmigrasi dalam mengizinkan pemanfaatan lahan untuk kegiatan eksplorasi produksi migas di Tanah Air.
“Saat ini, minyak dan gas bumi sangat dibutuhkan masyarakat. Kita mencari minyak di luar pun tidak mudah, kalaupun ada juga harganya mahal. Ini sangat strategis,” kata Djoko Siswanto.
(*Red)















