“Kita tetap harus menghadapi situasi ini dan tentu saja teknologi serta pengembangan ilmu pengetahuan akan menjadi fondasi yang sangat penting dalam pembangunan kita ke depan,” kata Brian Yuliarto.
Mendiktisaintek menekankan bahwa deretan tantangan global tersebut tidak akan cukup jika hanya dijawab melalui respons dan kebijakan yang bersifat jangka pendek. Indonesia memiliki urgensi untuk segera membangun fondasi jangka panjang yang kokoh. Fondasi tersebut harus diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, penciptaan inovasi teknologi, serta transformasi struktural yang terbukti mampu memperkuat daya tahan nasional di berbagai bidang.
Langkah strategis ini dinilai selaras dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Kepala negara secara khusus telah memberikan perhatian yang sangat besar pada upaya penguatan kemandirian strategis nasional, terutama dengan memfokuskan pada sektor-sektor krusial yang dinilai masih rentan terhadap guncangan eksternal, termasuk sektor energi.
Bagi jajaran Kemdiktisaintek, eksekusi program penguatan sains dan teknologi menjadi bagian tidak terpisahkan dalam upaya konkret menjawab tantangan global tersebut. Ekosistem pendidikan dan riset dituntut harus mampu memberikan dampak dan solusi langsung bagi kemajuan kemandirian negara.
“Perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan dunia industri perlu terus diperkuat keterhubungannya agar riset dan inovasi dapat berkontribusi nyata dalam perumusan kebijakan maupun penyelesaian persoalan strategis bangsa,” ucap Brian Yuliarto.
Sebagai langkah penutup, Mendiktisaintek menaruh harapan besar agar para pemangku kepentingan terkait, khususnya yang bergerak aktif dalam bidang ketahanan nasional, dapat segera bertemu dan berkoordinasi. Pertemuan lintas sektoral tersebut ditargetkan mampu memperkuat jalur kolaborasi dan melahirkan tindak lanjut yang konkret demi mewujudkan kemandirian bangsa di tengah arus disrupsi global yang dinamis.
(*Red)











