Sambas  

Bikin Resah Warga, Pengunggah Video Hoaks Kuyang di Sambas Minta Maaf

Warga Desa Kartiasa, Intan (tengah), menunjukkan surat pernyataan permintaan maaf resmi usai mengakui video penampakan kuyang di Sambas yang diunggahnya merupakan hasil editan semata, Kamis (23/4/2026).
Warga Desa Kartiasa, Intan (tengah), menunjukkan surat pernyataan permintaan maaf resmi usai mengakui video penampakan kuyang di Sambas yang diunggahnya merupakan hasil editan semata, Kamis (23/4/2026). (Dok. Ist)

“Pada intinya kami Pemerintah Desa Kartiasa mengimbau kepada seluruh warga Desa Kartiasa agar bijak dalam bermedia sosial,” kata Fery.

Dalam arahannya, Kepala Desa menekankan urgensi penyaringan informasi sebelum membagikannya ke ruang publik.

Ruang digital dituntut untuk dimanfaatkan pada hal-hal yang positif serta produktif, bukan sekadar untuk mencari sensasi sesaat yang justru dapat merugikan kepentingan dan ketenteraman umum masyarakat.

“Bijak menggunakan sosial media, dengan tidak membuat dan menyebarkan berita hoaks,” ucapnya.

Lebih lanjut, Fery juga mengingatkan adanya ancaman konsekuensi sosial hingga jerat hukum bagi siapa saja dari perbuatan memproduksi kabar bohong secara sengaja.

“Karena membuat berita hoaks bertentangan dengan peraturan perundangan dan norma agama serta dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” katanya.

(*Red)