Kompak Berbagi Peran, MUI dan DAD Sebut Kepemimpinan Alexander-Jamhuri Berjalan Sinergis

Sinergi dan kebersamaan antara Bupati Ketapang Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir dalam berbagai agenda daerah menjadi simbol kuatnya kepemimpinan di Kabupaten Ketapang.
Sinergi dan kebersamaan antara Bupati Ketapang Alexander Wilyo dan Wakil Bupati Jamhuri Amir dalam berbagai agenda daerah menjadi simbol kuatnya kepemimpinan di Kabupaten Ketapang. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Sebagai masyarakat, kita jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu politik yang bisa memecah belah. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kekompakan dan kebersamaan, baik di tingkat masyarakat maupun pemimpin daerah,” urai Heronimus Tanam.

Heronimus Tanam menyebutkan bahwa sinergi dan kolaborasi antara Bupati dan Wakil Bupati terlihat jelas dalam berbagai kesempatan nyata di lapangan, baik dalam agenda kedinasan maupun interaksi sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga: Resmi Disetujui, Bupati Ketapang Ajak Semua Pihak Kawal Tiga DOB ke Pemerintah Pusat

Salah satu momen yang disoroti Heronimus Tanam adalah saat perayaan Idulfitri, di mana Bupati hadir langsung mengunjungi kediaman Wakil Bupati, yang menunjukkan hubungan personal yang baik dan penuh kebersamaan.

Selain itu, keduanya juga kerap terlibat bersama dalam agenda-agenda strategis daerah, seperti Safari Ramadan dan berbagai kunjungan kerja ke lapangan untuk meninjau kondisi masyarakat secara langsung.

“Dalam tugas-tugas kedinasan juga demikian. Mereka bersama-sama turun ke lapangan, melaksanakan agenda daerah, termasuk Safari Ramadan. Ini bukti bahwa kepemimpinan mereka berjalan sinergis,” tambahnya.

Tanam juga menekankan bahwa dalam sistem pemerintahan, pembagian peran antara kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari manajemen kerja yang baik.

Menurut Heronimus Tanam, pola pembagian tugas tersebut justru menjadi kekuatan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal dan merata di seluruh wilayah.

“Mereka harus membagi tugas agar bisa hadir di tengah masyarakat dan menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin daerah. Misalnya, Bupati menghadiri rapat, sementara Wakil Bupati menghadiri undangan atas nama pemerintah daerah, dan begitu juga sebaliknya. Itu hal yang wajar dalam sistem pemerintahan,” tegas Heronimus Tanam.

Menurutnya, pola kerja tersebut menunjukkan koordinasi dan kerja sama yang baik, bukan merupakan indikasi adanya keretakan hubungan. Heronimus Tanam pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta mendukung penuh kinerja pemerintah daerah agar seluruh target pembangunan dapat tercapai secara maksimal.

(AF)