“Polsek Meliau hadir untuk memastikan kegiatan perbaikan berjalan tertib, aman, serta tidak menimbulkan potensi gangguan kamtibmas. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama antara pemerintah desa dan masyarakat agar akses transportasi tetap berfungsi,” ujar Iptu Supar.
Supar menegaskan bahwa perbaikan Jembatan Melobok saat ini murni bersifat sementara. Berdasarkan hasil koordinasi dengan External Control Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat Rayon Meliau–Parindu, Edmund, pembangunan jembatan beton permanen oleh pemerintah daerah baru dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni 2026 mendatang.
Guna menutupi beban biaya sewa alat berat dan operasional pengerjaan darurat, pemerintah desa menerapkan sistem kontribusi bagi kendaraan yang melintas.
Baca Juga: Diguyur Hujan Deras, Jembatan Putus di Meliau Sanggau Lumpuhkan Akses Warga
Tarif ditetapkan sebesar Rp100.000 untuk kendaraan roda enam dan Rp50.000 untuk roda empat. Sementara itu, kendaraan roda dua hanya dikenakan sumbangan bersifat sukarela.
Polisi memastikan tidak ada keluhan dari warga terkait pungutan tersebut. Masyarakat justru merespons positif langkah swadaya ini sebagai solusi paling cepat agar roda perekonomian dan distribusi barang tidak mati terhenti.
“Kami mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Melobok yang mengedepankan kebersamaan dan kepentingan umum. Polri akan terus hadir melakukan pengawasan serta membantu menjaga keamanan selama proses perbaikan berlangsung,” tambahnya.
(Ariya)
















