4. Persepsi Makan sebagai “Gangguan”
Secara psikologis, saat dikejar waktu, Anda cenderung melihat aktivitas makan sebagai interupsi atau gangguan yang membuang-buang durasi.
Muncul perasaan bersalah jika harus berhenti bekerja hanya untuk makan.
Pikiran seperti “tanggung, sedikit lagi selesai” menjadi sugesti yang cukup kuat untuk menekan rasa lapar hingga pekerjaan benar-benar tuntas.
5. Kelelahan Mental (Mental Fatigue)
Mengerjakan tugas dengan intensitas tinggi menguras energi glukosa dalam otak.
Namun, saat mencapai titik kelelahan tertentu, tubuh justru merasa terlalu lelah bahkan hanya untuk sekadar mengunyah atau memilih menu makanan.
Kondisi ini sering disebut sebagai decision fatigue, di mana Anda merasa malas memutuskan ingin makan apa karena otak sudah terlalu panas digunakan untuk bekerja.
Baca Juga: Deadline Akhir Desember, Parpol di Ketapang Wajib Bersihkan Data Anggota Meninggal di Sipol
(Mira)
















