Faktakalbar.id, ISRAEL – Kepala Militer Israel Eyal Zamir menyatakan bahwa pasukan Israel kini bergerak menuju “fase berikutnya” dalam kampanye militer melawan Iran.
Dalam pidato televisi pada Kamis (05/03/26), Zamir menegaskan bahwa Israel akan mengintensifkan serangan terhadap fondasi pemerintahan dan kapabilitas militer Iran.
Baca Juga: IRGC Serang Markas Staf Umum IDF dan Gedung Kemhan Israel
Fase baru ini menyusul “serangan pembuka mengejutkan” yang diklaim berhasil melumpuhkan jajaran rudal balistik Iran.
Zamir menyebutkan bahwa fokus militer kini telah beralih dengan menyiapkan langkah-langkah kejutan lebih lanjut guna mengejar seluruh musuh negara tersebut.
Hingga saat ini, Angkatan Udara Israel dilaporkan telah melancarkan 2.500 serangan dan menjatuhkan lebih dari 6.000 amunisi.
Operasi tersebut diklaim telah menghancurkan sekitar 60 persen peluncur rudal balistik serta 80 persen sistem pertahanan udara Iran, yang memberikan Israel keunggulan udara hampir menyeluruh.
Operasi gabungan ini dikoordinasikan secara saksama dengan petinggi militer Amerika Serikat, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine dan Komandan CENTCOM Brad Cooper.
Tujuan utama dari kolaborasi ini adalah melucuti kapabilitas militer Iran hingga mencapai titik isolasi strategis dan kelemahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Selain di front Iran, Israel juga menyerang dengan kekuatan penuh di wilayah Lebanon. Pasukan Israel telah diperintahkan untuk maju dan menguasai posisi penting di Lebanon selatan.
Dalam operasi di Beirut, militer Israel mengonfirmasi telah menewaskan Zaid Ali Jumaa, komandan pengelola kekuatan tempur Hizbullah yang bertanggung jawab atas serangan ribuan roket ke Israel.
Sebagai respons atas serangan gabungan AS-Israel tersebut, Iran telah meluncurkan serangan berskala besar yang menargetkan Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
(FR)














