Awas Sinyal Bahaya! Alasan Psikologis Mengapa Kita Mudah Ilfeel pada Orang Sok Akrab

"Mengapa kita merasa risi dan ilfeel saat bertemu orang sok akrab? Simak penjelasan psikologis mengenai personal space dan mekanisme pertahanan diri manusia. "
Mengapa kita merasa risi dan ilfeel saat bertemu orang sok akrab? Simak penjelasan psikologis mengenai personal space dan mekanisme pertahanan diri manusia. (Dok. Ist)

2. Deteksi Ketidakjujuran: Fenomena Uncanny Valley

Otak manusia sangat ahli dalam mendeteksi ketulusan.

Perilaku sok akrab sering kali terasa dipaksakan atau tidak autentik.

Dalam psikologi, ada kemiripan dengan fenomena uncanny valley, di mana kita merasa ngeri atau jijik terhadap sesuatu yang mencoba terlihat “manusiawi” atau “ramah” namun terasa palsu.

Saat seseorang bersikap terlalu manis tanpa dasar kedekatan yang jelas, radar sosial kita akan mencurigai adanya motif tersembunyi (hidden agenda).

Kita secara otomatis bertanya-tanya: “Kenapa dia sebaik ini? Apa yang dia inginkan?”.

Ketidakpercayaan inilah yang kemudian memanifestasikan dirinya menjadi rasa muak.

3. Gangguan pada Hirarki Kepercayaan

Membangun hubungan manusia memerlukan proses bertahap, mulai dari perkenalan ringan hingga ke tahap kepercayaan (trust).

Orang yang sok akrab mencoba melompati tahapan ini secara paksa.

Secara bawah sadar, kita menghargai privasi dan selektif dalam membagi informasi pribadi. Ketika seseorang mencoba “menodong” kedekatan, hal itu dianggap sebagai pelanggaran terhadap norma kesopanan (social etiquette).

Keinginan untuk menjauh adalah cara sehat mental kita untuk menjaga integritas diri dari orang-orang yang tidak menghormati proses perkenalan yang wajar.

Baca Juga: PSKS Jadi Garda Terdepan Penanganan Masalah Sosial di Kota Pontianak

(Mira)