Pakar Medis Peringatkan Bahaya Mi Instan: Picu Mikroplastik di Usus hingga Kurang Gizi

Ilustrasi seseorang sedang menyeduh mi instan yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan jangka panjang.
Ilustrasi seseorang sedang menyeduh mi instan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pakar medis memperingatkan masyarakat mengenai bahaya kesehatan akibat mengonsumsi mi instan secara berlebihan setiap hari.

Kandungan pengawet sintetis, natrium atau garam yang sangat tinggi, hingga risiko paparan mikroplastik pada kemasan seduh menjadi pemicu utama berbagai gangguan kesehatan jangka panjang.

Baca Juga: Sering Dituduh Mengendap Berhari-hari di Usus, Ini Fakta Sebenarnya Tentang Pencernaan Mie Instan

Dokter ortopedi asal Mumbai, Dr Manan Vora, menegaskan bahwa mengonsumsi mi instan sesekali tidak menjadi masalah.

Namun, menjadikannya sebagai makanan harian dapat merusak kesehatan organ tubuh secara perlahan.

“Makan mi instan sekali-sekali tidak akan merusak kesehatan, tapi kalau mengandalkannya setiap hari, dampaknya akan terasa. Beralihlah ke makanan asli. Lindungi usus, energi, dan kesehatan jangka panjangmu,” ujar Dr Vora dikutip dari Hindustan Times, Kamis (4/12/205).

“Mi instan bukan instant comfort, tapi instant damage,” imbuhnya.

Menurut Dr Vora, masyarakat perlu mewaspadai tiga komponen utama yang membuat bahaya mi instan semakin nyata bila dikonsumsi terlalu sering, terutama pada produk pedas ekstrem yang digandrungi Generasi Z.

Pertama, terdapat kandungan TBHQ (Tertiary Butylhydroquinone) sebagai pengawet sintetis. Bahan ini digunakan untuk menjaga minyak dan lemak agar tidak cepat tengik, namun dapat memicu stres oksidatif jika sering dikonsumsi.

Kedua, risiko pelepasan mikroplastik dari kemasan cangkir polistirena.

“Begitu kamu menambahkan air panas, mikroplastik bisa keluar dan masuk ke tubuh. Ini meningkatkan peradangan dan mengiritasi usus seiring waktu,” kata Dr Vora.

Ketiga, tingginya kadar pewarna, perisa sintetis, dan MSG (monosodium glutamate) yang adiktif.