Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Madu telah lama dikenal sebagai superfood alami yang wajib ada di rumah.
Di Indonesia, selain madu lebah biasa yang kental dan manis, pamor madu kelulut (madu dari lebah tanpa sengat) kini semakin menanjak.
Dengan rasa yang lebih asam dan tekstur yang lebih cair, banyak orang bertanya-tanya: sebenarnya, lebih sehat madu kelulut atau madu lebah biasa?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat dari kacamata nutrisi dan tujuan konsumsinya.
Keduanya sama-sama menyehatkan, namun memiliki keunggulan yang berbeda. Berikut adalah perbandingan utamanya:
1. Karakteristik Rasa dan Tekstur
Madu lebah biasa (dari spesies Apis) umumnya memiliki tekstur kental dengan rasa manis yang dominan.
Sebaliknya, madu kelulut (dari spesies Trigona atau lebah tanpa sengat) memiliki kadar air yang lebih tinggi sehingga teksturnya lebih encer.
Rasanya sangat unik, yakni perpaduan manis dan asam dengan sedikit aroma fruity atau woody, tergantung pada vegetasi di sekitar sarangnya.
2. Kandungan Gula dan Indeks Glikemik
Jika Anda memiliki perhatian khusus terhadap gula darah, madu kelulut adalah pemenangnya.
Madu kelulut memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan madu lebah biasa.
Penelitian modern menemukan bahwa madu kelulut mengandung trehalulose, yaitu jenis gula langka yang diserap perlahan oleh tubuh, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis.
















