Mengenal Fenomena Balas Dendam Waktu Tidur yang Memicu Insomnia

Ilustrasi - Banyak pekerja mengalami insomnia akibat fenomena balas dendam waktu tidur atau revenge bedtime procrastination demi mencari kebebasan di malam hari. (Dok Ist)
Ilustrasi - Banyak pekerja mengalami insomnia akibat fenomena balas dendam waktu tidur atau revenge bedtime procrastination demi mencari kebebasan di malam hari. (Dok Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Insomnia tidak selalu berasal dari gangguan medis atau kondisi fisik yang lemah. Gangguan tidur ini sering muncul dari pola perilaku psikologis bernama revenge bedtime procrastination atau perilaku menunda tidur sebagai bentuk balas dendam.

Fenomena ini merujuk pada keputusan sadar seseorang untuk menunda jam tidur demi melakukan aktivitas hiburan yang tidak sempat mereka nikmati di siang hari akibat kesibukan kerja yang luar biasa.

Individu dengan jadwal harian sangat padat memiliki kerentanan tinggi terhadap kebiasaan ini. Mereka menganggap malam hari sebagai momen untuk memegang kendali penuh atas waktu pribadi.

Baca Juga: Sulit Tidur? Ini 4 Kartun Menyenangkan yang Bisa Menemani Insomnia Anda

Alih-alih mengistirahatkan tubuh, mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton tayangan digital, bermain media sosial, atau membaca buku hingga dini hari.

Mekanisme Psikologis Penundaan Tidur

Penderita fenomena ini memahami dampak buruk dari kurang tidur bagi kesehatan mereka. Namun, rasa frustrasi karena kehilangan waktu pribadi di siang hari mendorong otak untuk mencari kompensasi instan pada malam hari.

Perilaku ini menciptakan siklus insomnia yang menetap karena tubuh kehilangan ritme sirkadian atau circadian rhythm yang stabil.

Kekurangan waktu luang di siang hari menyebabkan seseorang merasa memiliki hak untuk tetap terjaga saat orang lain sudah terlelap. Aktivitas tersebut memberikan kepuasan psikologis sementara meski fisik mengalami kelelahan.

Hormon dopamin yang muncul dari aktivitas hiburan di malam hari membuat otak tetap waspada dan menghambat produksi melatonin yang memicu rasa kantuk.