Namun, di tengah maraknya mobilisasi massa pemuda yang kerap terafiliasi dengan kepentingan kelompok tertentu dalam dinamika sosial-politik daerah, pihak Kalcer secara eksplisit memberikan garis batas.
Zean mengklaim bahwa forum dan komunitas yang dipimpinnya steril dari agenda politik praktis.
Ia menegaskan bahwa Kalcer murni diposisikan sebagai wadah inklusif untuk menyatukan berbagai latar belakang etnis, ras, dan agama tanpa ada intervensi kepentingan elite.
“Kalbar Ceria adalah ruang bersama bagi pemuda Kalimantan Barat untuk berkreativitas secara positif, tanpa ada muatan politik di dalamnya. Kami ingin menjadi wadah inklusif yang merangkul semua,” klaimnya di hadapan para peserta.
Melalui konsolidasi ini, penyelenggara berharap sentimen positif selama bulan Ramadan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas pemuda agar tidak mudah terpolarisasi oleh isu-isu yang memecah belah di Kalimantan Barat.
Baca Juga: Fakta Klinis di Balik Fenomena “Remaja Jompo”: Tinjauan Fisiologis Kesehatan Gen Z
(Mira)











