Faktakalbar.id, PONTIANAK – Peningkatan kuota jemaah calon haji asal Kota Pontianak pada tahun 2026 mencatatkan angka yang signifikan.
Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kota Pontianak, Muslimin, menyebut lonjakan jumlah jemaah ini sebagai hal yang luar biasa dan telah diantisipasi dengan persiapan pengawasan yang matang.
Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi persiapan ribuan jemaah calon haji Kota Pontianak, Selasa (14/4).
Muslimin merinci, kuota keberangkatan tahun ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuota normal pada tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah memang Kota Pontianak luar biasa sekarang ini, benar-benar luar biasa. Biasanya 600, sekarang 1.517 ya, karena ada mutasi sehingga 1.508. Alhamdulillah kami Kemenag sudah berkomitmen memberikan yang terbaik kepada jemaah, sehingga jemaah dan pelaksanaannya aman semua insya Allah,” terang Muslimin.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran ibadah, Kemenag telah menyiapkan skema pendampingan yang ketat.
Khusus dari Pontianak, puluhan petugas akan disebar di setiap kelompok terbang (kloter) untuk memantau pergerakan jemaah.
“Pengawasan kami tetap kepada petugas, petugas kloter dan petugas non-kloter yang standby di Saudi sama di Madinah oleh pusat sudah dikondisikan. Di mana titik ada jemaah, situ ada petugasnya. Petugasnya per kloter dari Pontianak kita ada 8, kemudian kali 5 kloter jadi 40 petugas,” paparnya.
Terkait keberadaan jemaah haji termuda berusia 13 tahun, Muslimin mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan mendapatkan pendampingan.
Jemaah tersebut juga telah diikutsertakan dalam pembekalan manasik.
“Kalau umur yang 13 tahun memang ada pelayanan khusus, terutama dari pusat. Dan kemarin beliau pun sudah ikut juga ke manasik, dan harapan kita apa yang telah kita sampaikan itu bisa menjadi ilmu ketika di Tanah Haram nantinya,” sebutnya.
Subsidi Transportasi Daerah
Di samping persiapan teknis keloter, Muslimin juga menyinggung soal biaya transportasi lokal jemaah dari daerah asal menuju embarkasi.
Sambil menunggu regulasi di tingkat provinsi, Pemerintah Kota Pontianak telah mengambil langkah proaktif dengan mengalokasikan dana subsidi.
“Kalau berkaitan uang lokal biasanya, kami belum ada SK dari Gubernur. Kami masih menanti dari SK Gubernur, tetapi dari Pemkot Pontianak sudah mengucurkan biaya subsidi. Subsidi biaya transport lokal oleh Wali Kota dengan timnya, dengan bagian Kesra ini, masing-masing jemaah Rp1.500.000,” ungkapnya.
Muslimin turut mengapresiasi dukungan penuh dari jajaran eksekutif dan legislatif Kota Pontianak tersebut.











