Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan kewaspadaan terkait lonjakan kasus suspek campak di Indonesia pada awal tahun 2026.
Data menunjukkan adanya kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama dalam tiga tahun terakhir.
Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah kasus pada Januari 2026 bahkan mencapai tiga kali lipat jika dibandingkan secara year-on-year dengan tahun 2024 dan 2025.
Data Sebaran dan Angka Kematian
Baca Juga: Waspada Lonjakan Kasus Campak di Pontianak, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 116 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang tersebar di 89 kabupaten/kota pada 16 provinsi.
Lima provinsi dengan tingkat KLB tertinggi meliputi Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Meskipun jumlah kasus suspek meningkat, angka kematian atau Case Fatality Rate (CFR) dilaporkan tetap rendah.
Pada tahun 2025, CFR berada di angka 0,1 persen, sementara hingga minggu ke-7 tahun 2026, angkanya justru menurun menjadi 0,05 persen.
Angka ini diklaim setara atau bahkan lebih rendah dibandingkan capaian di sejumlah negara maju.
















