Mengapa Campak Harus Diwaspadai?
Campak merupakan penyakit yang sangat menular melalui droplet dan airborne.
Menurut Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropik RSCM, Mulya Rahma Karyanti, satu kasus campak berpotensi menularkan hingga 18 orang di sekitarnya.
Gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain:
- Demam, batuk, dan pilek.
- Mata merah.
- Munculnya ruam kemerahan (makulopapular) setelah beberapa hari.
Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga radang otak (ensefalitis).
Langkah Pencegahan dan Penanganan
Hingga saat ini, belum ditemukan antivirus khusus untuk mengobati campak.
Penanganan yang dilakukan pemerintah bersifat suportif, termasuk pemberian Vitamin A untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien.
Pemerintah juga menekankan empat langkah konkret untuk menekan angka penularan:
- Penguatan surveilans nasional, khususnya di wilayah terdampak KLB.
- Percepatan imunisasi rutin dan imunisasi kejar Campak-Rubella (MR).
- Isolasi pasien serta tata laksana pengobatan yang tepat.
- Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk penggunaan masker dan cuci tangan.
Para ahli menegaskan bahwa perlindungan terbaik bagi anak adalah melalui imunisasi lengkap yang diberikan secara gratis pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta dosis penguat saat kelas 1 SD.
Baca Juga: Waspada Lonjakan Campak, Wali Kota Pontianak Serukan Percepatan Imunisasi Anak
(Mira)
















