“Rusia memiliki pengalaman panjang dalam teknologi nuklir yang aman dan efisien. Kami ingin memastikan bahwa Kalimantan Barat siap mengadopsi teknologi masa depan yang tidak hanya kompetitif secara biaya, tetapi juga ramah lingkungan,” ujarnya.
Perwakilan Rosatom, Anna Belokoneva, menyatakan kesiapan perusahaannya dalam menyediakan solusi terintegrasi yang berstandar internasional sesuai pedoman Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Solusi tersebut mencakup aspek keselamatan operasional, skema pembiayaan, hingga sistem pengelolaan limbah.
“Meskipun teknologi nuklir kerap memunculkan perdebatan publik, kami memastikan seluruh tahapan pengembangan akan mengedepankan prinsip keselamatan, transparansi, serta kepatuhan terhadap regulasi global,” jelasnya.
Untuk memastikan penerimaan masyarakat, Pemprov Kalbar berkomitmen melakukan sosialisasi secara masif dan terbuka mengenai tingkat keamanan teknologi nuklir generasi terbaru ini.
Sebagai tindak lanjut konkret, kedua belah pihak sepakat membentuk tim teknis gabungan.
Tim ini bertugas melakukan studi kelayakan (feasibility study), menentukan lokasi operasional yang aman, serta menyusun analisis dampak lingkungan sebelum kerja sama nuklir Kalbar ini direalisasikan.
(*Red)
















