“Kepemimpinan politik tidak boleh dibangun secara pragmatis, tetapi harus berlandaskan etika publik, argumentasi ilmiah, dan orientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Agenda ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai elemen, mulai dari penyelenggara pemilu hingga praktisi.
Hadir di antaranya Ketua KPU Kalimantan Barat Muhammad Syarifuddin Budi, perwakilan Bawaslu Kalimantan Barat Yosef Harry Suyadi, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Dian Eka Muchairi, serta Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Pontianak Sunarsieh.
Sementara itu, Ketua BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak, Fadil Maulana, berharap forum ini menjadi wadah dialektika yang produktif. Ia mendorong rekan-rekannya untuk lebih berani mengambil peran dalam isu-isu sosial-politik.
“Anak muda jangan hanya mudah terbawa perasaan, tapi harus berani mengambil peran,” pungkas Fadil.
(Nala)
















