Kemampuan Berpikir Mendalam Gen Z Tergerus Akibat AI

Ilustrasi - Gen Z kehilangan kemampuan berpikir mendalam akibat kebiasaan scanning dan AI. Dosen AS keluhkan penurunan standar akademik. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Gen Z kehilangan kemampuan berpikir mendalam akibat kebiasaan scanning dan AI. Dosen AS keluhkan penurunan standar akademik. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE –  Kalangan akademisi global kini menyoroti sebuah krisis intelektual yang serius di lingkungan pendidikan tinggi. Para profesor di berbagai universitas elit Amerika Serikat menemukan fakta bahwa mahasiswa Generasi Z kehilangan kemampuan membaca mendalam (deep reading). Kondisi ini berdampak langsung pada tumpulnya nalar kritis mereka dalam memecahkan masalah kompleks.

Majalah bisnis global, Fortune, mengungkap fenomena tersebut dalam laporan investigasi terbarunya. Laporan itu memaparkan bagaimana para pengajar kini harus berjuang menghadapi mahasiswa yang tidak lagi sanggup mencerna teks panjang dan rumit.

Baca Juga: AI Bukan Bikin Pintar, Tapi Latih Berpikir Terbalik

Timothy O’Malley, Profesor Teologi di University of Notre Dame, menilai bahwa otak mahasiswa saat ini telah terbentuk untuk sekadar memindai (scanning) informasi secara cepat. Mereka tidak lagi melatih diri untuk membaca teks guna mendapatkan pemahaman yang utuh.

“Dulu saya biasa memberikan tugas membaca 25 hingga 40 halaman per pertemuan. Hari ini, jumlah segitu dianggap tidak masuk akal,” tegas O’Malley.

Ia menambahkan bahwa mahasiswa kerap kebingungan saat menghadapi teks panjang. Sebagai jalan pintas, mereka lantas menggunakan ringkasan dari kecerdasan buatan (AI) untuk menyelesaikan tugas. Kebiasaan ini justru semakin memperparah ketidakmampuan mereka dalam menganalisis substansi materi.

Gagal Memproses Makna Kalimat

Jessica Hooten Wilson, Profesor Sastra di Pepperdine University, menyampaikan temuan yang lebih mengkhawatirkan. Ia mendapati bahwa hambatan mahasiswa bukan hanya pada level berpikir kritis tingkat tinggi, tetapi sudah menyentuh level dasar, yakni memproses makna kalimat per kalimat.