Tinjau Longsor Jepara, Kepala BNPB Tegaskan Prioritas Penanganan: Manusia Nomor Satu!

"Kondisi rumah salah satu warga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Jumat (16/1/2026)."
Kondisi rumah salah satu warga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Jumat (16/1/2026). (Dok. BNPB)

Suharyanto juga mengingatkan Pemkab Jepara agar pemenuhan kebutuhan dasar tidak berhenti pada urusan perut semata. Ia meminta logistik non-pangan seperti selimut, kasur, obat-obatan, dan perlengkapan penghangat tubuh segera dilengkapi.

“Jika anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) daerah kurang, silakan ajukan ke BNPB. Kami siap menambah bantuan,” imbuhnya.

Buka Akses Isolasi 3.500 Jiwa

Sorotan tajam juga diarahkan pada akses infrastruktur. Material longsor yang menutup jalan telah mengganggu mobilitas sekitar 3.500 warga desa.

Suharyanto mendesak percepatan pembukaan akses jalan dan perbaikan jembatan darurat.

BNPB berkomitmen membiayai penambahan alat berat jika armada yang ada saat ini dirasa kurang cepat.

“Tunjukkan kepada rakyat bahwa pemerintah hadir. Jangan biarkan terlalu lama, di sana ada anak sekolah dan aktivitas ekonomi warga yang terganggu,” pungkasnya.

Bencana longsor di Jepara sendiri terjadi pada Jumat pekan lalu (9/1/2026) dan berdampak pada empat desa di tiga kecamatan.

Usai dari Jepara, Kepala BNPB dijadwalkan melanjutkan tinjauan lapangan ke Kabupaten Pati pada Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga: BNPB Kebut Pembangunan 2.299 Huntara di Aceh Tamiang, Target Rampung Akhir Januari

(Mira)