Faktakalbar.id, JEPARA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (16/1/2026).
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah.
Dalam rapat koordinasi bersama pemerintah daerah setempat, Suharyanto menegaskan tiga poin utama penanganan darurat, dengan fokus mutlak pada keselamatan dan kesejahteraan warga.
Siap Relokasi Rumah Warga
Baca Juga: Atasi Banjir Tahunan di Kudus, Kepala BNPB: Normalisasi Sungai Juwana Jadi Kunci
Kepala BNPB menekankan bahwa aspek kemanusiaan adalah prioritas tertinggi.
Menanggapi adanya 13 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya rusak di Desa Tempur, BNPB menyatakan kesiapannya menanggung biaya pembangunan rumah baru, asalkan pemerintah daerah menyediakan lahan relokasinya.
“Yang harus ditangani secara maksimal adalah manusianya. Jangan berpikir BNPB hanya mau membangun jika jumlahnya banyak. Satu atau dua rumah pun tidak masalah, yang penting masyarakat terlindungi,” tegas Suharyanto.
Kebutuhan Dasar Tak Hanya Pangan
















