Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Masyarakat Indonesia kini semakin meminati tren gaya hidup sehat dengan pola makan bebas gluten (gluten free). Sebagian orang masih beranggapan bahwa produk impor berharga mahal mendominasi makanan bebas gluten.
Padahal, kuliner tradisional Indonesia menyimpan banyak pilihan camilan yang secara alami tidak mengandung terigu.
Pasar tradisional menjadi surga bagi masyarakat yang menjalani diet bebas gluten, baik karena alasan intoleransi maupun kesehatan.
Baca Juga: Pucat dan Lemas Tak Kunjung Sembuh? Hindari 5 Makanan Ini Jika Punya Anemia
Kue-kue modern seringkali bergantung pada tepung terigu (gandum), namun jajanan pasar Indonesia justru mengandalkan bahan dasar lokal.
Pengrajin kue tradisional memanfaatkan tepung ketan, singkong, dan tepung beras yang aman bagi pencernaan sensitif namun tetap memanjakan lidah.
Mengutip data Mayo Clinic, diet bebas gluten memegang peran krusial bagi penderita penyakit celiac.
Namun, tren kesehatan menunjukkan peningkatan jumlah orang non-medis yang beralih ke pola makan ini guna mengurangi rasa kembung dan meningkatkan energi tubuh.
Berikut adalah daftar jajanan pasar gluten free yang sehat, lezat, dan mudah Anda temukan di pasar tradisional:
1. Klepon
Bola-bola hijau yang ikonik ini menggunakan tepung ketan dan pewarna alami daun pandan sebagai bahan dasar. Gula merah cair akan meledak di mulut saat Anda menggigitnya.
Parutan kelapa yang membalut kue ini memberikan sensasi gurih tanpa setitik pun tepung terigu.
2. Lemper
Lemper menjadi jawaban bagi Anda yang mencari camilan mengenyangkan. Beras ketan gurih membungkus isian suwir ayam atau abon.
Daun pisang yang menjadi pembungkusnya juga menjaga aroma alami yang menggugah selera.
3. Wajik
Pengolah makanan membuat wajik dengan memadukan beras ketan, gula merah, dan santan.
Proses ini menghasilkan tekstur legit yang khas. Wajik murni mengandalkan ketan, sehingga aman dari risiko gluten.
4. Kue Lupis
Penjual menyajikan kue lupis dengan siraman kuah gula merah kental dan taburan kelapa parut. Proses perebusan ketan yang lama dalam bungkus daun pisang menciptakan tekstur lembut dan kenyal yang aman bagi lambung.
5. Cenil
Warna-warni cerah cenil selalu menarik perhatian pembeli. Pedagang umumnya menggunakan pati singkong atau tepung sagu untuk membentuk tekstur kenyal pada camilan ini.
6. Getuk
Singkong menjadi bahan pangan lokal yang sangat menyehatkan. Pembuat getuk mengolah singkong kukus dengan menumbuknya hingga halus bersama gula.
Baik varian getuk lindri maupun getuk biasa, keduanya merupakan sumber karbohidrat kompleks bebas gluten.
7. Ongol-Ongol
Kue ini menggunakan tepung sagu atau tepung hunkwe (kacang hijau) untuk menghasilkan tekstur lembut dan kenyal.
Ongol-ongol membuktikan bahwa bahan pangan lokal non-terigu mampu menciptakan hidangan penutup yang lezat.
8. Onde-Onde (Varian Tepung Ketan)
Onde-onde tradisional menggunakan kulit dari tepung ketan. Pastikan Anda memilih onde-onde yang murni memakai tepung ketan untuk menjamin keamanan diet.
Isian kacang hijau di dalamnya juga menyumbang nilai gizi protein nabati.
9. Kue Talam
Kue talam mencampurkan tepung beras, tepung sagu, atau tepung hunkwe dengan santan. Kombinasi ini menghasilkan tekstur lembut yang lumer di mulut. Rasanya yang manis-gurih sangat cocok untuk segala usia.
Baca Juga: Tren Makanan TikTok Paling Berbahaya, Awas Mematikan
Konsumen harus tetap menjaga ketelitian. Meskipun bahan utamanya bebas gluten, pastikan alat bekas tepung terigu tidak mengontaminasi proses pengolahan jika Anda memiliki alergi berat.
Memilih jajanan pasar tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga turut melestarikan warisan kuliner Nusantara dan memutar roda ekonomi pedagang kecil.
(*Sari)
















