Reduksi Curah Hujan, BNPB Mulai Operasi Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Banjir Muria Raya

Petugas OMC memuat bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCL) ke dalam pesawat carravan PK-SNP untuk operasi modifikasi cuaca wilayah Jawa Tengah pada Kamis (15/1).
Petugas OMC memuat bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCL) ke dalam pesawat carravan PK-SNP untuk operasi modifikasi cuaca wilayah Jawa Tengah pada Kamis (15/1). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Dampak Masif di Tiga Kabupaten

Berdasarkan data terkini, banjir dan longsor di Muria Raya telah menimbulkan kerugian signifikan.

Di Kabupaten Kudus, banjir dan longsor melanda 9 kecamatan dengan total pengungsi mencapai ratusan jiwa dan 3 korban meninggal dunia (1 akibat longsor, 2 akibat banjir).

Baca Juga: BNPB Rilis Data Terbaru: Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Lima Provinsi dalam 24 Jam Terakhir

Sementara di Kabupaten Pati, banjir merendam 84 desa di 17 kecamatan, menyebabkan kerusakan infrastruktur vital seperti jembatan putus dan tanggul jebol.

Sedangkan di Jepara, akses jalan di Desa Tempur sempat terputus total akibat material longsor.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG masih akan terjadi.

“Jika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam durasi lebih dari satu jam, warga dihimbau untuk mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman dan menghindari bepergian terutama yang melewati jalur perbukitan,” imbau BNPB.

(*Red)