Reduksi Curah Hujan, BNPB Mulai Operasi Modifikasi Cuaca untuk Penanganan Banjir Muria Raya

Petugas OMC memuat bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCL) ke dalam pesawat carravan PK-SNP untuk operasi modifikasi cuaca wilayah Jawa Tengah pada Kamis (15/1).
Petugas OMC memuat bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCL) ke dalam pesawat carravan PK-SNP untuk operasi modifikasi cuaca wilayah Jawa Tengah pada Kamis (15/1). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SEMARANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah strategis untuk menanggulangi bencana hidrometeorologi yang melanda kawasan Muria Raya (Kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara).

Mulai Kamis (15/1/2026), BNPB resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dipusatkan di Lapangan Udara Ahmad Yani, Kota Semarang.

Baca Juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang Pati, BNPB Kirim Bantuan Logistik dan Sandbag

Langkah ini diambil mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah terdampak, yang menghambat proses surutnya banjir dan memicu risiko longsor susulan.

Operasi ini melibatkan satu unit pesawat Caravan dengan registrasi PK-SNP yang bertugas menyemai garam (NaCl) di awan-awan potensial hujan.

Target Penyemaian di Laut Jawa

Penyemaian pertama telah dilakukan pada pukul 06.00 WIB pagi dengan target awan sasaran di perairan utara Semarang. Strategi ini bertujuan untuk menjatuhkan hujan di laut sebelum awan tersebut masuk ke daratan Muria Raya.

“Operasi modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mereduksi curah hujan yang terpantau tinggi di wilayah terdampak bencana yaitu Kabupaten Pati, Kudus, dan Jepara,” bunyi keterangan resmi BNPB.

Selain serangan udara melalui OMC, BNPB juga menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang dipimpin oleh Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto.

Tim ini bertugas melakukan asesmen lapangan guna menyusun rencana penanganan yang lebih komprehensif.

Dampak Masif di Tiga Kabupaten

Berdasarkan data terkini, banjir dan longsor di Muria Raya telah menimbulkan kerugian signifikan.

Di Kabupaten Kudus, banjir dan longsor melanda 9 kecamatan dengan total pengungsi mencapai ratusan jiwa dan 3 korban meninggal dunia (1 akibat longsor, 2 akibat banjir).

Baca Juga: BNPB Rilis Data Terbaru: Banjir dan Cuaca Ekstrem Terjang Lima Provinsi dalam 24 Jam Terakhir

Sementara di Kabupaten Pati, banjir merendam 84 desa di 17 kecamatan, menyebabkan kerusakan infrastruktur vital seperti jembatan putus dan tanggul jebol.

Sedangkan di Jepara, akses jalan di Desa Tempur sempat terputus total akibat material longsor.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG masih akan terjadi.

“Jika hujan dengan intensitas tinggi turun dalam durasi lebih dari satu jam, warga dihimbau untuk mengevakuasi diri sementara ke tempat yang lebih aman dan menghindari bepergian terutama yang melewati jalur perbukitan,” imbau BNPB.

(*Red)