Investor China Jual Saham BUMI, Kenapa Lokal Malah Borong?

Ilustrasi - Investor China (Chengdong) terus menjual saham BUMI hingga harga turun. Anehnya, investor lokal justru memborongnya. Simak alasan dan risikonya. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Investor China (Chengdong) terus menjual saham BUMI hingga harga turun. Anehnya, investor lokal justru memborongnya. Simak alasan dan risikonya. (Dok. Ist)

Faktor Indeks MSCI

Selain faktor harga murah, optimisme investor lokal juga didorong oleh spekulasi mengenai indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pelaku pasar menaruh harapan besar bahwa saham BUMI akan masuk atau mendapatkan penambahan bobot dalam daftar indeks bergengsi tersebut pada pengumuman akhir Januari atau awal Februari nanti.

Jika spekulasi ini terbukti benar, biasanya akan ada gelombang aliran dana asing baru yang masuk ke saham BUMI.

Hal inilah yang diharapkan investor lokal dapat mengerek harga naik kembali (rebound) secara signifikan.

Risiko Volatilitas Tinggi

Meskipun terlihat menggiurkan, pengamat pasar modal tetap memperingatkan adanya risiko tinggi.

Baca Juga: Konflik AS-Venezuela Memanas, Cek 3 Rekomendasi Saham Energi Pilihan

Pertarungan antara tekanan jual asing yang masif dan daya beli lokal membuat pergerakan harga saham BUMI menjadi sangat liar (volatil).

Investor, khususnya pemula, disarankan untuk ekstra hati-hati. Membeli saham hanya berdasarkan spekulasi tanpa melihat fundamental perusahaan bisa berisiko kerugian jika prediksi pasar ternyata meleset.

(*Sari)