Lumpuh Total Tertutup Lumpur, SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang Desak Pembangunan Shelter Inklusif

Sejumlah relawan dan guru membersihkan lumpur dan puing sisa banjir di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang, Selasa (13/1).
Sejumlah relawan dan guru membersihkan lumpur dan puing sisa banjir di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Aceh Tamiang, Selasa (13/1). (Dok. BNPB)

Kisah Evakuasi Dramatis

Penerapan kebijakan PRB inklusif secara nyata terlihat saat proses evakuasi berlangsung. Guru dan tenaga kependidikan berhasil menyelamatkan siswa asrama secara mandiri menggunakan perahu darurat dari batang pohon pisang menuju lantai dua musala.

Muslim Hasan, staf tata usaha sekolah yang juga penyandang disabilitas low vision, menjadi saksi sekaligus pelaku dalam penyelamatan tersebut.

“Hampir tidak percaya, tetapi kami bisa melakukannya bersama-sama. Dengan segala keterbatasan, yang terpenting adalah memastikan anak-anak selamat,” ujar Muslim.

Keberhasilan evakuasi tanpa korban jiwa ini tidak terlepas dari status sekolah sebagai “SLB Tangguh Bencana” yang telah mendapatkan pelatihan kesiapsiagaan dari BPBD sejak tahun 2022.

Baca Juga: Ribuan Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Mulai Beroperasi, Siswa Belajar Gunakan Alas Terpal

Mendesak Dibangun Shelter Evakuasi

Melihat potensi risiko bencana yang berulang karena lokasi sekolah yang dekat dengan sungai, kebutuhan infrastruktur mitigasi menjadi sangat mendesak. Muslim berharap adanya pembangunan gedung evakuasi yang memenuhi standar keamanan dan aksesibilitas.

“Kami berharap sekolah ini memiliki gedung shelter evakuasi yang inklusif, karena lokasi sekolah dekat dengan sungai dan mungkin ada potensi bencana berulang,” harapnya.

Pemulihan pascabencana ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan sekolah dan memastikan tidak ada kelompok rentan yang tertinggal dalam penanganan bencana.

(*Red)