Jepang Hadapi Ancaman Keamanan Terberat, Perkuat Aliansi dan Alutsista di 2026

Pesawat tempur F-35B Lightning II milik Korps Marinir AS lepas landas dari dek kapal perusak helikopter Jepang JS Kaga saat latihan gabungan. (Dok. ISt)
Pesawat tempur F-35B Lightning II milik Korps Marinir AS lepas landas dari dek kapal perusak helikopter Jepang JS Kaga saat latihan gabungan. (Dok. ISt)

Faktakalbar.id, TOKYO – Para pemimpin pertahanan Jepang menyatakan bahwa negara mereka tengah menghadapi lingkungan keamanan paling kompleks dalam beberapa generasi terakhir.

Ancaman dari Rusia, China, Korea Utara, serta ketidakpastian di Timur Tengah menjadi faktor kunci yang mendorong Jepang untuk meningkatkan kemampuan militernya secara signifikan pada tahun 2026.

Baca Juga: Pasca Operasi Caracas, Kapal Induk Nuklir AS Pamer Kekuatan di Laut China Selatan

Pernyataan tersebut disampaikan oleh para kepala staf Pasukan Bela Diri Jepang (Japan Self-Defense Force/JSDF) dalam pesan tahun baru mereka, Kamis (12/01/2026).

Mereka menegaskan komitmen untuk memperkuat aliansi dengan Amerika Serikat serta mitra sepemikiran lainnya guna menghadapi tantangan tersebut.

Kepala Staf Gabungan JSDF, Jenderal Hiroaki Uchikura, menyoroti bahwa tatanan internasional yang goyah telah menciptakan ketidakstabilan yang konvergen di sekitar Jepang.

“Melihat situasi global, saat tatanan internasional goyah dan faktor-faktor ketidakstabilan bertemu, lingkungan keamanan di sekitar Jepang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Uchikura.

Ia merinci bahwa China telah memperluas dan mengintensifkan kegiatannya di laut dan wilayah udara sekitar, sementara Korea Utara berulang kali meluncurkan rudal balistik.

Baca Juga: Manipulasi Data Mesin Kapal Selam Selama 3 Dekade, Pemerintah Jepang Bekukan Kontrak Kawasaki Heavy Industries

Situasi diperparah dengan ketegangan di Timur Tengah serta invasi Rusia ke Ukraina yang terus berlanjut sembari memperkuat hubungan dengan China dan Korea Utara.

Menyikapi hal ini, Kepala Staf Angkatan Udara (JASDF), Jenderal Takehiro Morita, menyatakan bahwa pihaknya mempercepat pembangunan kemampuan pertahanan.

Langkah konkret yang diambil antara lain memulai penyebaran jet tempur F-35B Lightning II dan memperkuat hubungan multilateral.