“Hingga Senin sore, genangan air masih terpantau di sejumlah wilayah dengan tinggi muka air bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pandeglang terus melakukan koordinasi lintas sektor, pendataan, dokumentasi, serta pelaporan berkala,” tulis laporan resmi BNPB.
Banjir di Jawa Barat: Bekasi dan Bogor
Sementara itu di Jawa Barat, hujan deras disertai sistem drainase yang kurang optimal memicu banjir di Kabupaten Bekasi pada Senin sore (12/1).
Banjir melanda tujuh desa di Kecamatan Tarumajaya, Cabangbungin, dan Babelan. BPBD Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 1.890 unit rumah terdampak genangan.
Di wilayah lain, tepatnya di Desa Pabuaran Mekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, banjir juga dilaporkan terjadi akibat penyempitan alur sungai.
Sebanyak 40 unit rumah sempat terendam, namun kondisi dilaporkan berangsur surut pada sore harinya berkat penanganan cepat tim gabungan TNI, Polri, dan BPBD.
Baca Juga: BNPB Rilis Update Penanganan Bencana: Banjir dan Cuaca Ekstrem Dominasi Sejumlah Wilayah
Potensi Cuaca Ekstrem 13-15 Januari
Melihat dinamika atmosfer terkini, instansi terkait memprakirakan potensi cuaca ekstrem masih akan membayangi sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 13 hingga 15 Januari 2026.
Curah hujan intensitas sedang hingga tinggi yang dapat disertai angin kencang diprediksi masih akan terjadi.
Menyikapi potensi bencana hidrometeorologi susulan, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
“Masyarakat diminta memantau prakiraan cuaca secara berkala, memeriksa dan memelihara fungsi saluran drainase, serta memangkas pohon-pohon rimbun yang berpotensi membahayakan. Apabila hujan lebat mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan menyebabkan jarak pandang terbatas, masyarakat diimbau melakukan evakuasi mandiri atau mengikuti arahan petugas berwenang, serta menghindari daerah aliran sungai dan area lereng perbukitan,” bunyi imbauan BNPB.
(*Red)
















