Faktakalbar.id, NASIONAL – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkap jaringan perjudian online berskala nasional hingga internasional dengan nilai aset fantastis.
Dalam operasi ini, polisi menyita aset senilai Rp59,1 miliar dan menetapkan lima orang sebagai tersangka.
Pengungkapan ini berawal dari hasil patroli siber yang mendeteksi aktivitas mencurigakan pada sejumlah situs judi daring.
Baca Juga: Bukan Judi, Ini 5 Strategi Cuan Bermain Saham untuk Pemula agar Tidak Boncos
Polisi menemukan aliran dana melalui 11 penyedia jasa pembayaran dan 17 perusahaan fiktif yang sengaja dibuat untuk memfasilitasi transaksi QRIS.
Modus Perusahaan Fiktif dan QRIS
Para pelaku menggunakan modus operandi yang rapi untuk menyamarkan aliran dana hasil perjudian. Dari belasan perusahaan fiktif tersebut, dua di antaranya berfungsi khusus sebagai penampung dana judi online.
Kelompok ini mengoperasikan berbagai jenis permainan ilegal, mulai dari judi slot, kasino, hingga judi bola.
Lima Tersangka Ditangkap, Satu DPO
Hingga saat ini, Bareskrim Polri telah menetapkan lima orang tersangka yang terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan. Mereka masing-masing berinisial MNF, MR, QF, AL, dan WK.
Selain itu, polisi masih memburu satu orang lainnya berinisial FI yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
FI merupakan sosok yang meminta MNF untuk membuat PT STS sebagai merchant pada penyedia jasa pembayaran guna melegalkan transaksi haram tersebut.
Dalam percepatan penanganan judi online ini, Bareskrim Polri bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).
Hasil kerja sama ini membuahkan hasil dengan melakukan take-down terhadap seluruh website yang ditemukan dalam penyelidikan.
Beberapa situs yang masuk dalam daftar blokir antara lain https://www.google.com/search?q=h5.svip5u.com, https://www.google.com/search?q=download.okk520.com, www.e88vip.com, remi101.com, idagame.online, h5.hiwiniwue.asia, hingga https://www.google.com/search?q=bmw312.com.
Baca Juga: Dalih Berantas Judi Online, Agresi Militer Thailand di Perbatasan Kamboja Tuai Kecaman
Pihak kepolisian berkomitmen terus memantau pergerakan situs serupa guna memutus mata rantai perjudian di ruang digital Indonesia.
(*Sari)
















