
Berdasarkan informasi yang dihimpun ambulans terhenti karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat.
Selain genangan di lokasi pemberhentian, dilaporkan masih terdapat tiga titik banjir lainnya yang harus dilewati untuk mencapai tujuan, sehingga risiko mogok sangat tinggi jika dipaksakan melintas.
Menyikapi kondisi darurat tersebut, keputusan cepat diambil agar jenazah dapat segera dimakamkan.
Peti jenazah akhirnya diturunkan dari ambulans dan dibawa menggunakan tenaga manusia. Proses evakuasi jenazah pun berlangsung dramatis.
Anggota kepolisian dari Polsek Beduai bersama warga setempat bahu-membahu turun ke air untuk memanggul keranda.
Baca Juga: Banjir Rendam Permukiman Entikong Hingga Atap Rumah
Mereka harus berjalan kaki menerobos akses jalan yang telah berubah menjadi alur sungai akibat luapan air yang deras.
Tantangan fisik di lapangan sangat berat. Ketinggian air di lokasi tersebut dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa.
Kondisi banjir yang dalam ditambah dengan tekanan arus air yang menahan langkah kaki membuat proses pemindahan jenazah ini memakan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan kondisi normal.
(*Red)
















