Miris! Makanan Balita Disajikan dalam Kresek, SPPG Pandeglang Malah “Cuci Tangan” Salahkan Kader

"Viral MBG di Pandeglang disajikan tak layak dalam plastik hingga disebut mirip "muntah kucing" oleh warga. SPPG dinilai cuci tangan dengan menyalahkan kader."
Viral MBG di Pandeglang disajikan tak layak dalam plastik hingga disebut mirip "muntah kucing" oleh warga. SPPG dinilai cuci tangan dengan menyalahkan kader. (Dok. Ist)

“Setelah ompreng tiba, oleh ibu kader dipindahkan ke kantong plastik karena alasan spontanitas. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” dalih Dimas.

Kader Jadi “Kambing Hitam” Kegagalan Logistik?

Pernyataan SPPG yang menyalahkan “spontanitas kader” ini dinilai publik sebagai upaya menutupi bobroknya manajemen logistik distribusi.

Pengakuan bahwa “ompreng dibawa pulang sopir dalam keadaan kosong” saat itu juga, justru membuka fakta bahwa SPPG tidak menyediakan wadah cadangan (buffer stock) yang memadai untuk ditinggal di lokasi.

Hal ini secara tidak langsung memaksa kader yang merupakan ujung tombak pelayanan untuk berpikir cepat menyelamatkan makanan tersebut.

Tanpa adanya wadah yang bisa ditinggal, memindahkan makanan ke plastik menjadi pilihan terpaksa di tengah situasi yang mendesak.

Sikap SPPG yang menunjuk hidung kader sebagai penyebab masalah dinilai tidak etis.

Otoritas terkait seharusnya mengevaluasi sistem rantai pasok dan ketersediaan logistik mereka, bukan justru menjadikan relawan di tingkat terbawah sebagai “kambing hitam” atas viralnya penyajian makanan yang dianggap merendahkan martabat penerima manfaat tersebut.

Baca Juga: MBG Tetap Jalan Selama Libur Sekolah

(Mira)