Awal Tahun Dikepung Bencana, Banjir Rendam Ribuan Warga dari Pati hingga Kalimantan Selatan

"Awal Januari 2026, bencana hidrometeorologi mengepung Indonesia. BNPB mencatat banjir merendam ribuan warga mulai dari Pati, Lampung, Mamuju, hingga Kalimantan Selatan."
Awal Januari 2026, bencana hidrometeorologi mengepung Indonesia. BNPB mencatat banjir merendam ribuan warga mulai dari Pati, Lampung, Mamuju, hingga Kalimantan Selatan. (Dok. BNPB Bandar Lampung)

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian kejadian banjir yang menerjang berbagai pulau, mulai dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Kalimantan, hingga Sabtu (10/1/2026).

Di Provinsi Jawa Tengah, banjir menerjang Kabupaten Pati akibat luapan sungai pascahujan deras pada Kamis (8/1/2026).

Genangan air merendam permukiman di Desa Tawang Rejo dan Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti.

Baca Juga: Banjir Rendam Permukiman Entikong Hingga Atap Rumah

Hingga laporan ini diturunkan, sebanyak 75 unit rumah masih terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 55 sentimeter.

Beralih ke Pulau Sulawesi, banjir juga melanda Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat pada hari yang sama.

Hujan intensitas tinggi menyebabkan tiga kecamatan, yakni Budong-budong, Karossa, dan Tobadak terendam.

Kaji cepat BNPB mencatat 41 rumah terdampak.

Beruntung, pantauan visual di lapangan menunjukkan air mulai surut dan warga mulai membersihkan sisa material banjir.

Sementara di Pulau Sumatera, Kota Bandar Lampung tak luput dari genangan.

Banjir yang terjadi sejak Kamis pagi (8/1/2026) berdampak pada 127 jiwa di delapan kecamatan, termasuk Kedaton, Tanjung Karang Barat, hingga Sukabumi.

Meski sempat meluas, kondisi per Jumat (9/1/2026) dilaporkan mulai berangsur surut.

Ribuan Warga Terdampak di Kalimantan Selatan

Dampak paling luas tercatat di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Banjir yang dipicu peningkatan debit air sejak Sabtu (3/1/2026) ini telah merendam 16 desa di enam kecamatan.

Data BNPB menunjukkan angka dampak yang signifikan, yakni sebanyak 3.660 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.

Tidak hanya permukiman, aktivitas pendidikan pun lumpuh sementara karena 14 unit fasilitas pendidikan ikut tergenang air.

Imbauan Kesiapsiagaan

Menyikapi rentetan bencana di awal tahun ini, BNPB mengimbau seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Potensi hujan lebat masih mungkin terjadi di berbagai wilayah.

BNPB menyarankan langkah mitigasi sederhana namun krusial: apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi secara terus-menerus selama lebih dari satu jam dan terlihat adanya peningkatan debit air di lingkungan sekitar, masyarakat diminta segera melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman tanpa menunggu instruksi lanjutan, demi meminimalisir risiko korban jiwa.

Baca Juga: Banjir Bengkayang, Jembatan Desa Bhakti Mulya Putus Total

(Mira)