Sering Mual Saat Buka HP dan Laptop Bersamaan? Ini Penjelasan Medis ‘Cybersickness’

"Pernah merasa ingin muntah saat menatap layar HP dan laptop bergantian? Anda tidak sendirian. Kenali 'Cybersickness', mabuk digital akibat multitasking berlebihan. "
Pernah merasa ingin muntah saat menatap layar HP dan laptop bergantian? Anda tidak sendirian. Kenali 'Cybersickness', mabuk digital akibat multitasking berlebihan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda mengalami situasi ini: Anda sedang mengetik laporan di laptop, sesekali membalas pesan WhatsApp di ponsel, sambil melirik notifikasi di tablet yang memutar video.

Tiba-tiba, keringat dingin muncul.

Perut terasa tidak nyaman, kepala pening, dan rasa mual menyerang seolah-olah Anda sedang mabuk perjalanan. Padahal, Anda hanya duduk diam di kursi kerja.

Tenang, Anda tidak sedang masuk angin biasa. Dalam dunia medis, fenomena ini disebut Cybersickness atau mabuk digital.

Mengapa multitasking dengan banyak layar (multi-screen) bisa mengacaukan perut Anda? Berikut 5 alasan ilmiahnya.

Baca Juga: Matikan Notifikasi, Hidupkan Akhir Pekan: Mengapa ‘Jangan Ganggu’ Adalah Kunci Kebahagiaan Sejati

1. Konflik Sensorik (Mata vs Telinga)

Ini adalah penyebab utama. Saat Anda berpindah-pindah layar dengan cepat, mata Anda menangkap banyak pergerakan (cahaya berkedip, scrolling cepat, animasi video).

Otak Anda menerima sinyal bahwa “kita sedang bergerak”.

Namun, sistem vestibular di telinga bagian dalam (keseimbangan) mengirim sinyal bahwa “tubuh kita diam duduk”.

Ketidaksinkronan antara apa yang dilihat mata dan apa yang dirasakan tubuh ini membuat otak bingung.

Sebagai respon pertahanan diri (karena otak mengira Anda keracunan atau berhalusinasi), tubuh memproduksi rasa mual agar Anda memuntahkan “racun” tersebut.

2. Kelelahan Akomodasi Mata

Mata manusia memiliki lensa yang bekerja seperti autofocus kamera.

Saat Anda melihat laptop (jarak 50 cm), lalu pindah ke HP (jarak 30 cm), lalu ke TV/monitor kedua (jarak 1 meter), otot mata Anda dipaksa berkontraksi dan rileksasi secara ekstrem dalam hitungan detik.

Jika ini dilakukan terus-menerus (multitasking intens), otot siliaris mata akan mengalami kejang atau kelelahan hebat.

Tegangan pada saraf mata ini sering kali menjalar menjadi sakit kepala tipe tegang (tension headache) yang disertai rasa mual.

3. “Visual Vestibular Conflict” akibat Scrolling

Saat Anda melakukan scrolling cepat di ponsel sambil melirik layar laptop yang statis, mata Anda harus memproses dua jenis kedalaman visual yang berbeda.

Apalagi jika layar ponsel Anda memiliki refresh rate yang tinggi (gerakan sangat halus) sementara layar laptop standar.

Perbedaan frekuensi kedipan cahaya (flicker) yang tidak disadari mata telanjang ini membebani korteks visual otak, memicu pusing dan vertigo ringan.

4. Sindrom “Tech Neck” yang Menekan Saraf

Coba perhatikan postur Anda saat memegang dua device.

Biasanya, kepala akan menunduk tajam ke arah ponsel, lalu mendongak ke laptop.

Gerakan naik-turun leher yang repetitif atau posisi menunduk terlalu lama dapat menekan saraf di bagian tengkuk dan menghambat aliran darah ke otak.

Kurangnya suplai oksigen sesaat ke otak inilah yang memicu rasa kliyengan dan mual.

5. Overload Kognitif (Otak “Ngebul”)

Otak manusia sebenarnya tidak didesain untuk multitasking, melainkan task-switching (berpindah tugas).

Setiap kali Anda berpindah dari layar A ke layar B, otak membakar glukosa dalam jumlah besar untuk memfokuskan kembali perhatian (refocusing).

Ketika input visual terlalu banyak (notifikasi pop-up, teks berjalan, video), otak mengalami kelebihan beban informasi (cognitive overload). Rasa mual adalah sinyal “SOS” dari otak yang meminta Anda untuk berhenti dan istirahat.

Solusi Kilat Mengatasi Mual Gadget

Jika rasa mual sudah menyerang, lakukan ini segera:

  1. Stop Total: Letakkan semua gadget. Jangan memaksakan diri.
  2. Pandang Objek Jauh: Lihatlah ke luar jendela atau objek hijau sejauh 6 meter selama 20 detik (Aturan 20-20-20). Ini mereset fokus mata.
  3. Hirup Udara Segar: Oksigen membantu meredakan mual.
  4. Minum Air Jahe: Jahe dikenal ampuh menenangkan lambung yang bergejolak akibat mabuk perjalanan.

Kesimpulan

Tubuh manusia canggih, tapi ia punya batas. Mual saat multitasking adalah alarm alami agar Anda tidak menjadi “zombie digital”.

Mulailah fokus pada satu layar dalam satu waktu (single-tasking).

Pekerjaan mungkin selesai sedikit lebih lambat, tapi kesehatan mental dan fisik Anda akan jauh lebih terjaga.

Baca Juga: Notifikasi WA Sering Hilang? Ini Cara Mudah Mengatasinya

(*Mira)