Faktakalbar.id, HALMAHERA BARAT – Bencana hidrometeorologi berupa banjir Halmahera Barat melanda wilayah Provinsi Maluku Utara pada Rabu (7/1) dini hari.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pukul 04.00 WIT mengakibatkan sungai meluap, memutus akses jalan, dan merendam permukiman warga di lima kecamatan.
Baca Juga: BNPB Rilis Laporan Terbaru, Banjir di Halmahera Selatan dan Karawang Berangsur Surut
Laporan terkini mencatat dampak serius dari peristiwa ini, yakni dua orang warga dilaporkan meninggal dunia di Desa Soasio, Kecamatan Loloda.
Selain korban jiwa, banjir juga memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Wilayah Terdampak dan Kerusakan Fisik
Data lapangan menunjukkan banjir menerjang lima kecamatan yang mencakup sembilan desa. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Ibu (Desa Gamlamo, Tongute Ternate, Tongute Ternate Asal, dan Gamici), Kecamatan Sahu Timur (Desa Gamoneng), Kecamatan Tabaru (Desa Duomo dan Goin), Kecamatan Ibu Selatan (Desa Talaga), serta Kecamatan Loloda (Desa Soasio).
Kerugian materiil akibat banjir Halmahera Barat ini tergolong besar. Sebanyak 726 kepala keluarga atau sekitar 3.444 jiwa terdampak langsung. Kerusakan infrastruktur hunian tercatat sebanyak 726 unit rumah terdampak.
Rincian kerusakan bangunan meliputi 34 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak sedang, dan 286 unit rumah rusak ringan. Selain itu, satu unit ruko juga dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Penanganan Darurat dan Kebutuhan Pengungsi
Sebanyak 1.500 jiwa kini harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Titik pengungsian tersebar di rumah kerabat yang tidak terdampak, gedung sekolah SD Tongute Ternate, serta Balai Desa Tongute Ternate Asal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat bersama TNI, Polri, Dinas Sosial, dan Basarnas terus melakukan evakuasi dan asesmen.
Bantuan awal berupa satu ton beras dan 500 dus mi instan telah disalurkan. Namun, kebutuhan logistik di lapangan masih sangat tinggi.
Adapun kebutuhan mendesak saat ini meliputi tenda, terpal, matras, makanan siap saji, sembako, paket perlengkapan bayi, selimut, family kit, serta alat kebersihan.
Pemerintah daerah didorong untuk segera menetapkan status tanggap darurat guna mempercepat proses pemulihan, mengingat jaringan listrik dan komunikasi di beberapa lokasi masih terputus.
Baca Juga: Banjir Terjang Lima Kecamatan di Halmahera Selatan, Ribuan Warga Mengungsi
















