Tak Lagi Beratap Langit, BNPB dan Pemda Pasok Tenda untuk Sekolah Terdampak Banjir di Aceh

Suasana kegiatan belajar mengajar siswa di Aceh Timur yang kini menggunakan tenda darurat bantuan BNPB setelah gedung sekolah mereka rusak akibat banjir.
Suasana kegiatan belajar mengajar siswa di Aceh Timur yang kini menggunakan tenda darurat bantuan BNPB setelah gedung sekolah mereka rusak akibat banjir. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Penanganan di Pidie Jaya

Langkah serupa juga diterapkan di Kabupaten Pidie Jaya. Pada Senin (5/1/2026), BNPB memfasilitasi SD IT An-Nur di bawah naungan Yayasan Teungku Chiek Pante Geulima.

Gedung sekolah untuk tingkat PAUD, SD, dan SMP di yayasan ini tidak dapat digunakan akibat kerusakan pascabanjir.

Sebagai solusi, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke bawah tenda peleton yang telah disiapkan oleh BNPB bersama pemerintah daerah setempat.

Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, didampingi Tenaga Ahli BNPB, Agus Marsanto, serta Plt. Direktur Pemulihan Sosial, Ekonomi dan SDA, Asep Supriatna, meninjau langsung aktivitas tersebut.

Selain memastikan tenda terpasang, rombongan juga menyerahkan bantuan peralatan sekolah kepada siswa.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, BNPB Sebar Mahasiswa Unand Validasi Data Kerusakan di 13 Daerah

Rencana Rekonstruksi

Pemerintah memastikan penanganan tidak berhenti pada bantuan darurat. Ke depan, BNPB bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikbudasmen) telah berkoordinasi untuk memperbaiki hingga membangun kembali sekolah terdampak bencana yang mengalami kerusakan.

Selain perbaikan fisik bangunan, Kemendikbudasmen juga direncanakan akan memberikan tunjangan khusus kepada para guru serta dukungan lain yang diperlukan pascabencana.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan pendidikan di Aceh agar segera kembali normal.

(*Red)