Julukan: Bawang Hantu / Berlian Merah
Meskipun bentuknya umbi lapis (bukan akar kayu), tanaman ini tumbuh di dalam tanah dan menjadi primadona pengobatan alternatif. Berbeda dengan bawang merah bumbu dapur, Bawang Dayak tidak menyebabkan mata pedih dan tumbuh liar di hutan.
- Manfaat Utama: Kandungan flavonoid dan antosianinnya yang tinggi membuat umbi ini berwarna merah pekat. Bawang Dayak sangat populer untuk membantu terapi penderita kanker payudara, mengatasi diabetes melitus, menurunkan hipertensi, dan menurunkan kolesterol jahat.
4. Saluang Belum (Luvunga sarmentosa)
Julukan: Ginsengnya Kalimantan
Saluang Belum memiliki arti “Saluang yang belum mati” atau menyimbolkan kekuatan hidup yang panjang. Akar ini sangat populer di kalangan pria dewasa di Kalimantan Tengah dan Selatan.
- Manfaat Utama: Mirip dengan Pasak Bumi, Saluang Belum fokus pada peningkatan stamina dan keperkasaan pria. Akar ini dipercaya dapat melancarkan peredaran darah, mengatasi sakit pinggang, dan memulihkan energi setelah bekerja keras. Biasanya dikonsumsi dengan cara direndam dalam air panas atau dicampur ke dalam minuman teh.
5. Akar Tabat Barito (Ficus deltoidea)
Julukan: Sahabat Kaum Wanita
Jika Pasak Bumi identik dengan pria, maka Tabat Barito adalah sahabat bagi wanita. Tanaman ini sebenarnya masih berkerabat dengan tanaman beringin.
- Manfaat Utama: Air rebusan Tabat Barito sangat diandalkan untuk kesehatan organ kewanitaan. Khasiatnya meliputi merapatkan organ intim, mengatasi keputihan, melancarkan siklus haid, hingga membantu pemulihan rahim pasca melahirkan. Selain itu, tanaman ini juga dikenal memiliki sifat anti-bakteri yang baik.
Kesimpulan: Kearifan yang Harus Dijaga
Mengonsumsi akar-akaran dari Kalimantan bukan sekadar mencari kesembuhan, tetapi juga menghargai kearifan lokal yang menjaga alam.
Sebagian besar tanaman ini diambil langsung dari hutan liar, sehingga keberadaannya sangat bergantung pada kelestarian hutan Borneo itu sendiri.
Bagi Anda yang ingin mencoba, pastikan membeli dari penjual terpercaya yang paham cara pengolahan dan dosisnya, karena obat herbal pun tetap memiliki aturan pakai.
(*Mira)










